Sabtu, 05 Mei 2018

Penjualanan Produk Makeup


Nama : Fely Cita Hasianna
NPM  : 14114153
Kelas  : 4KA39

Menjual berbagai macam produk  Makeup

Nama saya Fely Cita, saya menjual aneka produk Makeup
100 % Original.


  • FACE

- Foundation
NYX Invincible Fullest Coverage Foundation
NYX Invicible Fullest Corage Foundation
Price : 160.000

- Concealer
Maybelline Instant Age Rewind Eraser Dark Circles
Maybelline Instant Age Rewind Eraser Dark Circles
Price : 113.000

- Powder
Coty Airspun Powder
Coty Airspun Powder
Price : 140.000

- Blusher and Bronzer
BEAUTY TREATS Matte Blush
Beuty Treats Matte Blush
Price : 105.000
e.l.f. Studio Bronzers
ELF Studio Bronzers
Price : 85.000


  • EYES

- Eyeshadow
[16 Brand] 16 Brickit Shadow Hit 10 #Choco
Brickit Shadow Hit (Choco)
Price : 205.000

- Eyeliner
[Tonymoly] Back Gel Eyeliner #6 Choco Brown
Eyeliner Tony Moly Choco Brown
Price : 114.000

- Eyebrows
[Skinfood] Choco eyebrow powder cake #01 Gray khaki black
Etude HouseChoco Eyebrow Powder cake
Price : 180.000

-Mascara
[Skinfood] BlackBean Mascara Base
Skinfood Blackbean Mascara Base
Price : 145.000


  • LIPS

- Lip Stick
[3CE] Mood Recipe Matte Lip Color #114
3CE Mood Recipe Matte Lip Color
Price : 150.000

- Lip Gloss
[Laneige] Lip Glowy Balm(Berry)
Lanaige Lip Glowy Balm
Price : 250.000

- Lip Tint
[Etude house] Matte Chic Lip Lacquer #RD303 (Irene Red)
Tony Moly Matte Chic Lip Lacquer
Price : 111.000

SELAMAT BERBELANJA CANTIK :)

Minggu, 24 Desember 2017

MANAJEMEN RESIKO

1) Pengertian Manajemen Resiko

Manajemen resiko adalah suatu sistem pengawasan risiko dan perlindungan harta benda, hak milik dan keuntungan badan usaha atau perorangan atas kemungkinan timbulnya kerugian karena adanya suatu risiko.

Proses pengelolaan risiko yang mencakup identifikasi, evaluasi dan pengendalian risiko yang dapat mengancam kelangsungan usaha atau aktivitas perusahaan
    Suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan /pengelolaan sumberdaya



2) Fungsi Manajemen Resiko

Fungsi manajemen resiko mencakup, menemukan kerugian potensial dan mengevaluasi kerugian potensial. Menemukan kerugian potensial, yaitu berupaya menemukan atau mengidentifikasi seluruh resiko murni yang dihadapi oleh perusahaan, sedangkan mengevaluasi kerugian potensial, yaitu melakukan penilaian terhadap semua kerugian potensial yang dihadapi oleh perusahaan.
a.       Menemukan Kerugian Potensial
      Artinya berupaya untuk menemukan/mengidentifikasi seluruh risiko yang dihadapi oleh  perusahaan.
b.      Mengevaluasi Kerugian Potensial.
      Artinya melakukan evaluasi dan penilaian terhadap semua kerugian potensial yang dihadapi oleh perusahaan.
c.       Memilih Teknik/Cara yang Tepat atau Menentukan suatu kombinasi dari Teknik-teknik Yang tepat Guna Menanggulangi Kerugian.
      Pada pokoknya ada 4 (empat) cara yang dapat dipakai untuk menanggulangi risiko, yaitu :  mengurangi kesempatan terjadinya kerugian, meretensi, mengasuransikan dan menghindari.  Dimana tugas dari Manajer Risiko adalah memilih salah satu cara yang paling tepat untuk menanggulangi suatu risiko atau memilih suatu kombinasi dari cara-cara yang paling tepat untuk menanggulangi risiko.

3) Metode Identifikasi Resiko

Metode yang digunakan untuk mengeksplorasi identifikasi resiko aspek-aspesk dalam perusahaan :
1)      Questionnaire Analisis Risiko ( Risk Analysis Questionnaire )
Analisis ini menjuruskan manajer risko untuk memastikan bahwa informasi diperlukan berkenaan dengan harta dan operasi perusahaan tidak ada yang terlewatkan. Untuk memperkuat informasi ini akan dipertimbangkan informasi yang diperoleh dengan metode lainnya.
2)      Metode Laporam Keuangan
Menganalisi neraca, laba – rugi dan catatan lain yang mendukung, sehingga manajer resiko bisa mengidentifikasi semua resiko yang berkenaan dengan harta, utang dan personalia perusahaan.
3)      Metode Flow Chart
Analisis kerugian yang meliputi kerugian berkenaan dengan harta, tanggung jawab dan personil.
4)      Inspeksi Langsung Pada Objek
Dengan mengamati langsung jalannya operasi bekerjanya peralatan, lingkungan kerja, kebiasaan kerja pegawai dll. Manajer risiko dapat mempelajari lebih banyak lagi dan mayakinkan tentang hazard yang mungkin tidak disadari oleh pekerja atau yang mungkin tidak pernah ditemukan dalam laporan tertulis.
5)      Interaksi Dengan Bagian Lain
Keberhasilan manajer risiko mengidentifikasi resiko terutama tergantung pada kerjasama yang erat dengan bagian – bagian dalam perusahaan. Manajer bagian – bagian ini secara menjadi awas terhadap risiko yang diihadapinya.
6)      Statistik Kerugian
Pengidentifikasian risiko dapat dilakukan berdasakan data statistic tentang kerugian yang lalu dan kerugian mana yang sering terjadi. Berdsarkan data yang ada akan dilihat kemungkinan terjadinya resiko yang sama pada masa yang akan datang.
7)      Analisis Lingkungan
Prof.O’Connell menyatakan bahwa penggunaan analisis lingkungan eksternal sama baiknya dengan penggunaan analisis internal dalam mengidentifikasi risiko.


Senin, 20 November 2017

AUDIT SISTEM INFORMASI

Ø  Pengertian Audit Sistem Informasi
Audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti – bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumberdaya secara efisien
Ø  Tujuan Audit Sistem Informasi
-          Mengamankan asset
Aset (aktiva) yang berhubungan dengan instalasi sistem informasi mencakup: perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), manusia (people), file data, dokumentasi sistem, dan peralatan pendukung lainnya.

-          Menjaga integritas data
Integritas data berarti data memiliki atribut:
o   kelengkapan, baik dan dipercaya, kemurnian, dan ketelitian.
Tanpa menjaga integritas data, organisasi tidak dapat memperlihatkan potret dirinya dengan benar atau kejadian yang ada tidak terungkap seperti apa adanya.
o   keputusan maupun langkah-langkah penting di organisasi salah sasaran karena tidak didukung dengan data yang benar.
o   perlu pengorbanan biaya.
o   Oleh karena itu, upaya untuk menjaga integritas data, dengan konsekuensi akan ada biaya prosedur pengendalian yang dikeluarkan harus sepadan dengan manfaat yang diharapkan.

-          Menjaga efektivitas sistem
sistem informasi dikatakan efektif hanya jika sistem tersebut dapat mencapai tujuannya.
o   perlu upaya untuk mengetahui kebutuhan pengguna sistem tersebut (user).
o    apakah sistem menghasilkan laporan atau informasi yang bermanfaat bagi user (misal pengambil keputusan),
o   auditor perlu mengetahui karakteristik user berikut proses pengambilan keputusannya.
Biasanya audit efektivitas sistem dilakukan setelah suatu sistem berjalan beberapa waktu.
Manajemen dapat meminta auditor untuk melakukan post audit guna menentukan sejauh mana sistem telah mencapai tujuan
Evaluasi ini akan memberikan masukan bagi pengambil keputusan apakah kinerja sistem layak dipertahankan; harus ditingkatkan atau perlu dimodifikasi; atau sistem sudah usang, sehingga harus ditinggalkan dan dicari penggantinya
Dapat juga dilaksanakan pada tahap perencanaan sistem (system design).
o   User tidak dapat mengungkapkan kebutuhan sistem
o   Dirasa perlu untuk mereview kembali spesifikasi sistem yang telah dibuat
-          Mencapai efisiensi sumberdaya
Dikatakan efisien jika ia menggunakan sumberdaya seminimal mungkin untuk menghasilkan output yang dibutuhkan.
Pada kenyataannya, sistem informasi menggunakan berbagai sumberdaya, seperti mesin, dan segala perlengkapannya, perangkat lunak, sarana komunikasi dan tenaga kerja yang mengoperasikan sistem tersebut.
o   harus berkompetisi untuk memberdayakan sumberdaya yang ada tersebut.

Ø  Ruang lingkup Audit Sistem Informasi
Ruang lingkup Audit Sistem Informasi (SI) sebagai audit operasional terhadap fungsi sistem informasi (IT governance), audit objective-nya adalah melakukan assessment terhadap efektifitas, efisiensi, dan ekonomis tidaknya pengelolaan sistem informasi suatu organisasi.
Audit SI dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada manajemen puncak agar manajemen mempunyai “a clear assessment” terhadap sistem informasi yang diimplementasikan pada organisasi tersebut. Misalnya, bahwa application software yang ada telah dianalisis dan didesain dengan baik, telah diimplementasikan dengan security features yang memadai.
Perlu dipahami bahwa audit SI tidak harus selalu merupakan penugasan lengkap mencakup seluruh aspek. Penugasan audit SI mungkin mencakup semua, tetapi bisa dengan beberapa variasi, atau beberapa aspek saja: suatu audit mungkin hanya menitikberatkan fokus pada satu aspek saja, atau beberapa aspek yang penting sesuai kebutuhan organisasi tersebut.
Meskipun hakekatnya keseluruhan aspek IT Governance tersebut sesungguhnya penting untuk diaudit dalam rangka peningkatan mutu sistem, namun itu tidak bersifat harus (it is not mandatory). Bisa saja dilakukan penugasan-penugasan audit yang berbeda untuk satu atau beberapa aspek, tidak harus sekali “gebrak” (to do all of them in one assignment). Salah satu alasannya adalah memang kompetensi/keterampilan yang diperlukan bagi auditor untuk setiap aspek tersebut bisa berbeda. Oleh karena itu aspek sebetulnya ada keterkaitan, dan semuanya adalah penting, maka bila dilakukan audit secara terpisah-pisah, manajemen harus mendapat gambaran umum (overview) yang jelas dan terpadu (the overview is critical).
Jadi, terdapat berbagai jenis penugasan audit sistem informasi yang dapat dilaksanakan pada suatu organisasi, misalnya sebagai berikut:
-          Untuk mengidentifikasi sistem yang ada (inventory existing systems), baik yang ada pada tiap divisi/unit/departemen ataupun yang digunakan menyeluruh.
-          Untuk dapat lebih memahami seberapa besar sistem informasi mendukung kebutuhan strategis perusahaan, operasi perusahaan, mendukung kegaitan operasional departemen/unit/divisi, kelompok kerja, maupun para petugas dalam melaksanakan kegiatannya.
-          Untuk mengetahui pada bidang atau area mana, fungsi, kegiatan atau business processesyang didukung dengan sistem serta teknologi informasi yang ada.
-          Untuk menganalisis tingkat pentingnya data/informasi yang dihasilkan oleh sistem dalam rangka mendukung kebutuhan para pemakainya.
-          Untuk mengetahui keterkaitan antara data, sistem pengolahan dan transfer informasi.
-          Untuk mengidentifikasi apakah ada kesenjangan (gap) antara sistem dengan kebutuhan.
-          Untuk membuat peta (map) dari information flows yang ada.

Ø  Pengendalian umum Audit Sistem Informasi
Tujuan pengendalian umum lebih menjamin integritas data yang terdapat di dalam sistem komputer dan sekaligus meyakinkan integritas program atau aplikasi yang digunakan untuk melakukan pemrosesan data.
Pengendalian umum pada perusahaan dilakukan terhadap aspek fisikal maupun logikal. Aspek fisikal dilakukan terhadap aset-aset fisik perusahaan, sedangkan aspek logikal terhadap sistem informasi di level manajemen (misal: sistem operasi). Pengendalian umum sendiri digolongkan menjadi beberapa, diantaranya:
a)      Pengendalian organisasi dan otorisasi.
Yang dimaksud dengan pengendalian organisasi adalah secara umum terdapat pemisahan tugas dan jabatan antara pengguna sistem (operasi) dan administrator sistem (operasi). Dan juga dapat dilihat bahwa pengguna hanya dapat mengakses sistem apabila memang telah diotorisasi oleh administrator.
b)      Pengendalian operasi.
Operasi sistem informasi dalam perusahaan juga perlu pengendalian untuk memastikan sistem informasi tersebut dapat beroperasi dengan baik selayaknya sesuai yang diharapkan.
c)      Pengendalian perubahan.
Perubahan-perubahan yang dilakukan terhadap sistem informasi harus dikendalikan, termasuk pengendalian versi dari sistem informasi tersebut, catatan perubahan versi, serta manajemen perubahan atas diimplementasikannya sebuah sistem informasi.
d)     Pengendalian akses fisikal dan logikal.
Pengendalian akses fisikal berkaitan dengan akses secara fisik terhadap fasilitas-fasilitas sistem informasi suatu perusahaan, sedangkan akses logikal berkaitan dengan pengelolaan akses terhadap sistem operasi sistem tersebut (misal: windows).
Ø  Pengendalian Aplikasi
Pengendalian aplikasi adalah prosedur-prosedur pengendalian yang didisain oleh manajemen organisasi untuk meminimalkan resiko terhadap aplikasi yang diterapkan perusahaan agar proses bisnisnya dapat berjalan dengan baik.
Macam Aplikasi
Aplikasi berwujud perangkat lunak, yang dapat dibagi menjadi dua tipe dalam perusahaan untuk kepentingan audit PDE:

-           Perangkat lunak berdiri sendiri
Terdapat pada organisasi yang belum menerapkan SIA dan sistem ERP, sehingga masih banyak aplikasi yang berdiri sendiri pada masing-masing unitnya. Contoh: aplikasi (software) MYOB pada fungsi akuntansi dan keuangan.
-          Perangkat lunak di server
Tedapat pada organisasi yang telah menerapkan SIA dan sistem ERP. Aplikasi terinstall pada server sehingga tipe struktur sistemnya memakai sistem client-server . Client hanya dipakai sebagai antar-muka (interface) untuk mengakses aplikasi pada server.
Macam Pengendalian Aplikasi
a.       Pengendalian Organisasi dan Akses Aplikasi
Pada pengendalian organisasi, hampir sama dengan pengendalian umum organisasi, namun lebih terfokus pada aplikasi yang diterapkan perusahaan. Siapa pemilik aplikasi, tugas administrator, pengguna, hingga pengembangan aplikasi tersebut.
Untuk pengendalian akses, terpusat hanya pada pengendalian logika saja untuk menghindari akses tidak terotorisasi. Selain itu juga terdapat pengendalian role based menu dibalik pengendalian akses logika, dimana hanya pengguna tertentu saja yang mampu mengakses menu yang telah ditunjuk oleh administrator. Hal ini berkaitan erat dengan kebijakan TI dan prosedur perusahaan berkaitan dengan nama pengguna dan sandi nya.
-          Pengendalian Input
Pengendalian input memastikan data-data yang dimasukkan ke dalam sistem telah tervalidasi, akurat, dan terverifikasi.
-          Pengendalian Proses
Pengendalian proses biasanya terbagi menjadi dua tahapan, yaitu (1) tahapan transaksi, dimana proses terjadi pada berkas-berkas transaksi baik yang sementara maupun yang permanen dan (2) tahapan database, proses yang dilakukan pada berkas-berkas master.
-          Pengendalian Output
Pada pengendalian ini dilakukan beberapa pengecekan baik secara otomatis maupun manual (kasat mata) jika output yang dihasilkan juga kasat mata.
-          Pengendalian Berkas Master
Pada pengendalian ini harus terjadi integritas referensial pada data, sehingga tidak akan diketemukan anomali-anomali, seperti:
ü  Anomaly penambahan
ü  Anomaly penghapusan
ü  Anomaly pemuktahiran/pembaruan

Ø  Fungsi Internal Autdor
1.     Menentukan baik tidaknya internal control dengan memperhatikan pemeriksaan fungsi dan apakah prinsip akuntansi benar-benar telah dilaksanakan.
2.     Bertanggung jawab dalam menentukan apakah pelaksanaan sesuai dengan rencana policy dan prosedur yang telah ditetapkan sampai nilai apakah hal tersebut telah diperbaiki atau tidak.
3.     Menverifikasi adanya keuntungan kekayaan atau asset termasuk mencegah dan menentukan penyelesaian.
4.     Menverifikasikan dan menilai tingkat kepercayaan terhadap sistem akuntansi dan pelaporan.

5.     Melaporkan secara objektif apa yang diketahui kepada manajemen disertai rekomendasi perbaikan.

Jumat, 13 Oktober 2017

AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI


 Pengertian
Audit adalah kegiatan evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk.
Teknologi adalah merupakan sebuah pengetahuan yang ditujukan untuk menciptakan alat, tindakan pengolahan dan mendapatkan benda. Keseluruhan sarana tersebut menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan , kenyamanan, dan kemudahan hidup manusia.
Sistem Informasi adalah kombinasi antara komponen berupa hardware, software, brainware (user), network, data dan procedure yang saling terkait untuk menghasilkan suatu informasi yang berkualitas dalam pengambilan keputusan.
Audit teknologi sistem informasi adalah sebuah proses yang sistematis dalammengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti untuk menentukan bahwa sebuah sistem informasi yang digunakan oleh organisasi telah dapatmencapai tujuannya.

·         Jenis-Jenis Audit Teknologi Sistem Informasi
1. Sistem dan aplikasi.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem dan aplikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi, berdayaguna, dan memiliki kontrol yang cukup baik untuk menjamin keabsahan, kehandalan, tepat waktu, dan keamanan pada input, proses, output pada semua tingkat kegiatan sistem.
2. Fasilitas pemrosesan informasi.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah fasilitas pemrosesan terkendali untuk menjamin ketepatan waktu, ketelitian, dan pemrosesan aplikasi yang efisien dalam keadaan normal dan buruk.
3. Pengembangan sistem.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem yang dikembangkan mencakup kebutuhan obyektif organisasi.
4. Arsitektur perusahaan dan manajemen TI.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah manajemen TI dapat mengembangkan struktur organisasi dan prosedur yang menjamin kontrol dan lingkungan yang berdaya guna untuk pemrosesan informasi.
5. Client/Server, telekomunikasi, intranet, dan ekstranet.
Suatu audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah kontrol-kontrol berfungsi pada client, server, dan jaringan yang menghubungkan client dan server.

·         Tujuan Audit Teknologi Sistem Informasi
a)    Pengamanan aset
Aset informasi suatu perusahaan seperti perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), sumber daya manusia, dan data harus dijaga dengan sistem pengendalian intern yang baik agar tidak ada penyalahgunaan aset perusahaan.

b)    Efektifitas sistem
Efektifitas sistem informasi perusahaan memiliki peranan penting dalam proses pengmbilan keputusan. Suatu sistem informasi dapat dikatakan efektif bila sistem informasi tersebut sudah dirancang dengan benar (doing the right thing), telah sesuai dengan kebutuhan user. Informasi yang dibutuhkan oleh para manajer dapat dipenuhi dengan baik.
c)    Efisiensi sistem
Efisiensi menjadi sangat penting ketika sumber daya kapasitasnya terbatas. Jika cara kerja dari sistem aplikasi komputer menurun maka pihak manajemen harus mengevaluasi apakah efisiensi sistem masih memadai atau harus menambah sumber daya, karena suatu sistem dapat dikatakan efisien jika sistem informasi dapat memnuhi kebutuhan user dengan sumber daya informasi yang minimal. Cara kerja sistem benar (doing thing right).
d)    Ketersediaan (Availability)
Berhubungan dengan ketersediaan dukungan/layanan teknologi informasi (TI). TI hendaknya dapat mendukung secara kontinyu terhadap proses bisnis kegiatan perusahaan. Makin sering terjadi gangguan (system down) maka berarti tingkat ketersediaan sistem rendah.
e)    Kerahasiaaan (Confidentiality)
Fokusnya ialah pada proteksi terhadap informasi dan supaya terlindungi dari akses dari pihak yang idak berwenang.
f)     Kehandalan (Realibility)
Berhubungan dengan kesesuaian dan kekuratan bagi manajemen dalam pengolahan organisasi, pelaporan dan pertanggungjawaban.
g)    Menjaga integritas data
Integritas data (data integrity) adalah salah satu konsep dasar sistem informasi. Data memiliki atribut-atribut seperti kelengkapan kebenaran dan keakuratan.

·         Perlunya control Audit
Faktor-faktor yang mendorong pentingnya kontrol dan audit SI adalah antara lain untuk:
a)    Mendeteksi agar komputer tidak dikelola secara kurang terarah
b)    Mendeteksi resiko pengambilan keputusan yang salah akibat informasi hasil proses sistem komputerisasi salah/lambat/tidak lengkap
c)    Menjaga aset perusahaan karena nilai hardware, software dan dan personil lazimnya tinggi
d)    Mendeteksi resiko error komputer
e)    Mendeteksi resiko penyalahgunaan komputer (fraud)
f)     Menjaga kerahasiaan
g)    Meningkatkan pengendalian evolusi penggunaan komputer
·         Tahapan  Audit Teknologi Sistem Informasi
1.      Perencanaan Audit (Audit Planning).
Tujuan perencanaan audit adalah untuk menentukan why, how, when dan by whom sebuah audit akan dilaksanakan. Aktivitas perencanaan audit meliputi:
·         Penetapan ruang lingkup dan tujuan audit
·         Pengorganisasian tim audit
·         Pemahaman mengenai operasi bisnis klien
·         Kaji ulang hasil audit sebelumnya (jika ada)
·         Mengidentifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi resiko audit
·         Penetapan resiko dalam lingkungan audit, misalkan bahwa inherent risk, control risk dan detection risk dalam sebuah on-line processing, networks, dan teknologi maju database lainnya akan lebih besar daripada sebuah sistem akuntansi manual.
2. Penyiapan program audit (Prepare audit program). Yaitu antara lain adalah:
Mengumpulkan bukti audit (Collection of Audit Evidence) yang meliputi:
·         Mengobservasi aktivitas operasional di lingkungan PDE
·         Mengkaji ulang sistem dokumentasi PDE
·         Mendiskusikan dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dengan petugas berwenang.
·         Pengujian keberadaan dan kondisi fisik aktiva.
·         Konfirmasi melalui pihak ketiga
·         Menilai kembali dan re-performance prosedur sistem PDE.
·         Vouching ke dokumen sumber
·         Analytical review dan metodesampling

3. Evaluasi bukti (Evaluation of Audit Evidence).
Auditor menggunakan bukti untuk memperoleh keyakinan yang memadai (reasonable assurance), jika inherent risk dan control risk sangat tinggi, maka harus mendapatkan reasonable assurance yang lebih besar. Aktivitas evaluasi bukti yang diperoleh meliputi:
·         Menilai (assess) kualitas pengendalian internal PDE
·         Menilai reliabilitas informasi PDE
·         Menilai kinerja operasional PDE
·         Mempertimbangkan kembali kebutuhan adanya bukti tambahan.
·         Mempertimbangkan faktor resiko
·         Mempertimbangkan tingkat materialitas
·         Bagaimana perolehan bukti audit.

4. Mengkomunikasikan hasil audit

Auditor menyiapkan beberapa laporan temuan dan mungkin merekomendasikan beberapa usulan yang terkait dengan pemeriksaan dengan di dukung oleh bukti dan dalam kertas kerjanya. Setelah direkomendasikan juga harus dipantau apakah rekomendasinya itu ditindaklanjuti.

Rabu, 15 Maret 2017

Animasi, Desain Grafis Dan 3D




·         Animasi

Apa itu animasi? Animasi adalah gambar begerak berbentuk dari sekumpulan objek (gambar) yang disusun secara beraturan mengikuti alur pergerakan yang telah ditentukan pada setiap pertambahan hitungan waktu yang terjadi. Gambar tersebut dapat berupa gambar makhluk hidup, benda mati, ataupun tulisan.
Animasi berasal dari bahasa inggris yaitu animate yang artinya menghidupkan, memberi jiwa dan mengerakan benda mati. Animasi merupakan proses membuat objek yang asalnya objek mati, kemudian disusun dalam posisi yang berbeda seolah menjadi hidup. Di dalam animasi ada dua objek penting, yaitu objek atau gambar dan alur gerak.

·         Desain Grafis

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain).

·         3D

3 dimensi atau biasa disingkat 3D atau disebut ruang, adalah bentuk dari benda yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi. Istilah ini biasanya digunakan dalam bidang seni, animasi, komputer dan matematika.

Contoh tools yang digunakan serta kekurangan dan kelebihan tools :

a.      Dalam pembuatan animasi

1.      Software Animasi 2 Dimensi
Adalah software yang digunakan untuk membuat animasi tradisional (flat animation), umumnya mempunyai kemampuan untuk menggambar, mengatur gerak, mengatur waktu, beberapa dapat mengimpor suara.
Contoh dari software Animasi 2 D ini, antara lain :
  • Macromedia Flash
Macromedia flash adalah sebuah program software yang berfungsi untuk membuat animasi dua dimensi yang sangat handal dibandingkan dengan program lain. Kehandalannya ialah ukuran file hasil animasi yang kecil. macromedia flash tidak hanya digunakan untuk membuat animasi melainkan juga digunakan membuat menu interaktif, dan membuat presentasi software.

Kelebihan :
-          Merupakan teknologi animasi web yang paling populer saat ini sehingga banyak didukung oleh berbagai pihak.
-          Ukuran file yang kecil dengan kualitas yang baik.
-          Kebutuhan hardware yang tidak tinggi.

Kelemahan :
-          Tidak mudah bisa digunakan terutama bagi pada pemula.
-          Didalam macromedia flash harus menghafalkan beberapa perintah untuk bisa membuat presentasi yang menarik.
-          Komputer yang ingin memainkan animasi flash harus memiliki flash player.
-          Program adobe flash bukan freeware.
  • Swish Max
Adalah software animasi flash yang dapat digunakan untuk keperluan pembuatan presentasi, animasi, website serta bisa dijadikan tambahan untuk pembuatan video editing.

Kelebihan:
-          Dapat menstimulasi efek gerak.
-          Dapat diberi suara dan warna.
-          Tidak memerlukan keahlian khusus dalam penyajian.
-          Tidak memerlukan ruang gelap dalam penyajian.

Kekurangan:
-          Memerlukan peralatan khusus dalam penyajian.
-          Memerlukan tenaga listrik.
-          Memerlukan keterampilan khusus dan kerja tim dalam pembuatan Adobe After Effect

2.      Software Animasi 3 Dimensi
Software Animasi 3D mempunyai fasilitas yang canggih untuk membuat animasi 3D. Fasilitas dan kemampuan tersebut antara lain membuat obyek 3D, pengaturan gerak kamera, pemberian efek, import vidio dan suara, serta masih banyak lagi. Beberapa software animasi 3 D mempunyai kemampuan khusus misalnya untuk animasi figurel (manusia), animasi landscape (pemandangan) dll
Contoh Software 3D antara lain :
  • 3 D Studio Max
3D Studio Max (kadangkala disebut 3ds Max atau hanya MAX) adalah sebuah perangkat lunak grafik vektor 3-dimensi dan animasi, ditulis oleh Autodesk Media & Entertainment (dulunya dikenal sebagai Discreet and Kinetix.

Kelebihan :
-          Mampu membuat objek Virtual secara 3 dimensi. dan bentuk dapat diubah sesuai keinginan.
-          Mampu memberikan kesan material mendekati aslinya seperti material kayu, batuan, dan tanah.
-          Mampu memberikan efek-efek khusus pada hasil akhir produk seperti efek cahaya dan bayangan, efek atmosfir seperti api, kabut dan lighting.
-          Dapat menjalankan proses animasi, gambar dapat digerakan dan dirubah bentuknya serta diatur proses animasinya.

Kekurangan :
-          Kemampuan untuk membuat karya visual dengan pencahayaan kompleks adalah proses yang lebih lama dan lebih membosankan.
-          Membuat lanskap juga dapat sedikit karena sulit untuk kamera.
-          Kamera memiliki kecenderungan untuk memperbesar dan keluar dengan cara kereta jika benda-benda besar diimpor atas benda kecil dalam program ini.

b.      Dalam pembuatan desain grafis

·         Adobe In Design
Perangkat lunak Desktop Publishing (DTP) yang diproduksi oleh Adobe Systems yang dapat digunakan untuk membuat poster, brosure, bahkan majalah atau buku. Desainer dan artis merupakan salah satu pengguna utama program ini. Adobe InDesign adalah aplikasi yang digunakan untuk membuat design layout. Adobe InDesign sering digunakan penerbit majalah, koran, biro cetak, dan biro iklan untuk mendesign produknya.

Kelebihan :
-          Punya tools untuk membuat gambar menjadi blur sehingga berguna untuk censorship atau efek artistik yang lain.
-          Dapat melakukan import dan membuat gambar menjadi transparan dengan sempurna.
-          Anda yang tidak puas dengan logo atau gambar yang sudah jadi bisa diulang kembali dan menghasilkan desain yang lebih memuaskan dari sebelumnya dengan perintah undo atau ctrl+z yang lebih dari sekali.
-          Ada fasilitas untuk membuat tabel.
-          Mudah sekali untuk meng-convert gambar menjadi format .pdf yang bisa dicetak atau dikunci sebagai pengamanan dokumen.

Kelemahan :
-          Dari segi math type, untuk Pagemaker masih mudah memindahkan math type ke Pagemaker. Sedangkan di Adobe Indesign Anda harus menempatkannya di luar area kerja, lalu di-copy, dan di-paste di area kerja kembali. Ketika dilakukan pengeditan pun lebih sulit dilakukan.
-          Hanya bisa digunakan untuk membuat layout atau format master untuk majalah atau buku. Sehingga apabila Anda ingin desain yang lebih detail dan rinci, Adobe Indesign tidak memiliki tools yang memadai. Untuk mendesain sebuah logo atau simbol yang lebih rinci dan leluasa Anda bisa menggunakan Adobe Illustrator.

·         Adobe Page Maker
Page maker adalah salah satu program design grafis yang digunakan untuk mendesain publikasi, brosur, majalah, kartu, poster dan lain-lain. Page maker memiliki kemampuan lebih dalam hal pengaturan halaman dan layout pembuatan buku. Secara otomatis fasilitas pada Page Maker akan menampilkan secara otomatis pasangan halaman.

Kelebihan :
-          Dapat menggabungkan file-file yang dibuat dengan beberapa program lain.
Adobe PageMaker mampu mengimpor file berformat .PDF yang dibuat dengan program lain.
-          Dapat menyimpan publikasi dalam format HTML untuk di-uplink ke internet.
-          Dapat memperbarui objek yang dibuat oleh aplikasi lain.

Kelemahan :
-          Adobe PageMaker tidak dapat dijalankan dengan baik pada komputer dengan sistem operasi Intel-Mac dan Windows Vista.



Saran :
Menurut saya animasi ,desain grafis ,dan 3D itu adalah seni . semuanya mempunyai kelebihannya masing masing dan dalam membuat suatu desain mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda beda. untukmasing masing tools yang digunakan tergantung kebutuhan pemakainya .

Desain sendiri merupakan proses pemikiran dan perasaan yang akan menciptakan sesuatu, dengan menggabungkan fakta, konstruksi, fungsi dan estetika untuk memenuhi kebutuhan manusia atau Desain grafis juga bias diartikan suatu konsep pemecahan masalah rupa, warna, bahan, teknik, biaya, guna dan pemakaian yang diungkapkan dalam gambar dan bentuk.


Dalam desain grafis masalahnya mencakup berbagai bidang seperti teknik perencanaan gambar, bentuk, simbol, huruf, fotografi dan proses cetak disertai pula dengan pengetahuan tentang bahan dan biaya.  desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.