Jumat, 01 Mei 2015

manusia dan penderitaan


       MANUSIA DAN PENDERITAAN


PENGERTIAN PENDERITAAN
    Penderitaan adalah bahasa yang sering kita dengar. Penderitaan berasal  dari kata derita.Kata derita berasal dari bahasa Sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. penderitaan bisa bersifat lahir dan bersifat batin. Setiap manusia memiliki penderitaan yang berbeda –beda. Manusia dikatakan menderita apa bila dia memiliki masalah, depresi karena tekanan hidup, dan lain lain.
   Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat.  Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.
     Menurut agama penderitaan itu adalah teguran dari tuhan. Penderitaan ada yang ringan dan berat contoh penderitaan yang ringan adalah ketika seseorang mengalami kegagalan dalam menggapai keinginannya. Sedangkan contoh dari penderitaan berat adalah ketika seorang manusia mengalami kejadian pahit dalam hidupnya hingga ia merasa tertekan jiwanya sampai terkadang Ingin mengakhiri hidupnya.
    Penderitaan adalah termasuk realitas manusia di dunia. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan.Suatu pristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Penderitaan adalah bagian dari kehidupan.
2.2.        Siksaan
   Penderitaan biasanya di sebabkan oleh siksaan. Baik fisik ataupun jiwanya.Siksaan atau penyiksaan (Bahasa Inggris: torture) digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah.Arti siksaan, siksaan berupa jasmani dan rohani bersifat psikis, kebimbangan, kesepian, ketakutan.
Siksaan Yang Sifatnya Psikis :
Kebimbangan.
memiliki arti tidak dapat menetukan pilihan mana yang akan dipilih.
Kesepian.
merupakan rasa sepi yang dia alami pada dirinya sendiri / jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.
Ketakutan.
adalah sebuah sesuatu yang tidak dinginkan yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar – besarkan tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia.
penyebab seseorang merasakan ketakutan, antara lain:
  1. Claustrophobia dan agrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup.
  2. Gamang adalah rasa takut akan tempat yang tinggi.
  3. Kegelapan adalah rasa takut bila seseorang berada di tempat gelap.
  4. Kesakitan merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.
  5. Kegagalan ketakutan dari seseotang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.
2.3.        Kekalutan Mental
Gejala-gejala permulaan pada orang yang mengalami kekalutan mental adalah sebagai berikut :
  1. nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
  2. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
  3. Selalu iri hati dan curiga, ada kalanya dihinggapi khayalan, dikejar-kejar sehingga dia menjadi sangat agresif, berusaha melakukan pengrusakan atau melakukan detruksi diri dan bunuh diri.
  4. Komunikasi sosial putus dan ada yang disorientasi social
  5. Kepribadian yang lemah atau kurang percaya diri sehingga menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri, ( orang-orang melankolis)
  6. Terjadinya konflik sosial – budaya akibat dari adanya norma yang berbeda antara dirinya dengan lingkungan masyarakat.
Tahap – tahap gangguan jiwa :
  1. Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohaninya.
  2. Usaha mempertahankan diri dengan cam negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara benahan dirinya salah; pada orang yang tidak menderita gantran kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak menekan perasaannya. Jadi bukan melarikan diri dan persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan.
  3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan
  4. Krisis ekonomi yang berkepanjangan telah menyebabkan meningkatnya jumlah penderita penyakit jiwa, terutama gangguan kecemasan.
  5. Dipicu oleh faktor psychoeducational. Faktor ini terjadi karena adanya kesalahan dalam proses pendidikan anak sejak kecil, mekanisme diri dalam memecahkan masalah. Konflik-konflik di masa kecil yang tidak terselesaikan, perkembangan yang terhambat serta tiap fase perkembangan yang tidak mampu dicapai secara optimal dapat memicu gangguan jiwa yang lebih parah.
  6. Faktor sosial atau lingkungan juga dapat berperan bagi timbulnya gangguan jiwa, misalnya budaya, kepadatan populasi hingga peperangan. Jika lingkungan sosial baik, sehat tidak mendukung untuk mengalami gangguan jiwa maka seorang anak tidak akan terkena gangguan jiwa. Demikian pula sebaliknya. Gangguan jiwa tidak dapat menular, tetapi mempunyai kemungkinan dapat menurun dari orang tuanya. Namun hal ini tidak berlaku secara absolut.
Sebab-sebab Timbulnya Kekalutan Mental
  1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
  2. Terjadinya konflik sosial-budaya akibat adanya norma yang berbeda antara yang bersangkutan dan yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi.
  3. Cara pematangan bathin yang salah dengan memberikan reaksi berlebihan terhadap kehidupan sosial; overacting sebagai overkompensasi dan tampak emosional.
Proses – proses kekalutan mental:
   Positif, bila trauma (luka jiwa) yang dialami seseorang, akan disikapi untuk mengambil hikmah dari kesulitan yang dihadapinya, setelah mencari jalan keluar maksimal, tetapi belum mendapatkannya tetapi dikembalikan kepada sang pencipta yaitu Allah SWT, dan bertekad untuk tidak terulang kembali dilain waktu.
   Negatif, bila trauma yang dialami tidak dapat dihilangkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang dicita-citakan. Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin. Sedangkan perjuangan merupakan usaha manusia untuk keluar dari penderitaan.
2.4.        Penderitaan dan Perjuangan
   Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik secara berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali. Manusia adalah makhluk berbudaya, dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau dialaminya. Hal ini membuat manusia itu kreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau mengamati penderitaan.
   Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis, ia harus berusaha mengatasi kesulitan hidupnya. Allah berfirman dalam surat Arra’du ayat 11, bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang kecuali orang itu sendiri yang berusaha merubahnya.
  Pembebasan dari penderitaaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka. Kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan namun yang Tuhanlah yang yang menentukan hasilnya.
2.5.        Penderitaan, media massa, dan seniman
   Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV, pesawat radio, dengan maksud agar semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikian dapat mengunggah hati manusia untuk berbuat sesuatu.
  Media massa adalah alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada asyarakat luas. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap anatara sesama manusia, terutama bagi mereka yang simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari karya tersebut.
2.6.        Pengaruh Penderitaan Terhadap Kelangsungan Hidup Manusia
   Penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan.
   Orang yang merasa dirinya menderita akan mendapat tekanan dari dalam jiwanya dan rasa malu. Tak jarang banyak manusia yang ingin mengakhir hidupnya karena tidak kuat menopang siksaan dalam hidupnya. Ini terjadi di karenakan  kekalutan mental. Kekalutan mental merupakan  suatu keadaan dimana jiwa seseorang mengalami kekacuan dan kebingungan dalam dirinya sehingga ia merasa tidak berdaya.
Gejala- gejala permulaan pada orang yang mengalami kekalutan mental sebagai berikut :
a) Fisiknya sering merasa pusing, sesak napas, demam dan nyeri pada lambung.
b) Jiwanya sering menunjukkan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis (kurangnya emosi, motivasi, atau antusiasme).
Terkadang kekalutan  mental bisa berujung pada gangguan jiwa  dikarenakan kepribadiaan yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna sehingga orang tersebut merasa rendah diri.
2.7.        Contoh–contoh Penderitaan dan Penyebabnya
Berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat dibagi  menjadi 2 bagian sebagai berikut :
    • Nasip buruk penderitaan ini karenakan perbuatan buruk manusia yang dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan alam sekitarnya. Perbedaan nasip buruk dan takdir adalah jika takdir di tentukan oleh tuhan sedangkan nasib buruk penyebabnya Karena ulah manusia itu sendiri. Contohnya : penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab tuhan. Namun dengan kesabaran dan tawakal dan optimise  merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan tersebut.
    • Kehilangan orang tua, setiap manusia pasti mencintai orang tuanya dan memiliki hubungan yang erat dengan keluarganya. Penderitaan ini adalah yang paling sering kita jumpa dan sangat sedih tentunya .tapi kesedihan Karena penderitaan diharapkan tidak berlarut larut karena semua manusia yang hidup pasti akan kembali kepada tuhannya.
    • Kemiskinan , banyak orang yang mederita karena kemiskinan , merasa tidak pernah cukup dengan apa yang telah ia punya sehingga mengakibatkan seseorang merasa menderita karena tidak bisa memiliki sesuatu yang ia inginkan. Ini di karena kan kurangnya rasa syukur manusia atas apa yang telah di berikan oleh tuhan.
    • Bencana, tidak ada seorang pun yang dapat menghindari bencana yang tuhan berikan. Bencana bisa kapan saja dating dan menimpa siapa saja bahkan seringkali mengakibatkan kehilangan anggota keluarga. Trauma batin yang diakibatkan karena bencana juga sulit di sembuhkan.  
    •  
    • Cerpen manusia dan penderitaan

      Lima tahun adalah waktu yang panjang bagi seorang laki-laki hidup tanpa di dampingi oleh seorang isteri. Hengky mulai berfikir untuk mencari pasangan hidup karena dia takut berbuat dosa, terlanjur berbuat maksiat dan hal ini sangat dicemaskan oleh dirinya sendiri di awal umur empat puluh tahun ini.
      “ Salahkah aku berfikir begitu?”, katanya kepada seorang sahabat dekat, dan memang Arpin sudah lama menyuruh Hengky untuk nikah lagi.
      Sudah beberapa kali Arpin memperkenalkan Hengky kepada teman wanitanya, ada yang seorang Bidan, ada seorang Polwan, ataupun seorang orang biasa yang tidak punya pekerjaan kecuali di rumah.
      Semua wanita muda itu sanggup memelihara atau merawat anak-anaknya yang tiga orang tersebut, namun tantangan selalu datang dari anaknya yang nomor dua Arni yang baru berumur lima belas tahun. Arni akan berhenti belajar dan pergi dari rumah jika papa nya nikah lagi. Dilemma buat Hengky.
      Mau nikah sembunyi-sembunyi tidaklah mungkin dan nikah Siri juga tidak baik, namanya akan rusak dalam masyarakat sekeliling. Namun pada suatu hari Arni sendiri akan mengajak ibu gurunya Apri kerumah bersama-sama lima orang guru yang lain.
      Hengky terkejut dan tidak menyangka untuk apa amereka bertamu kerumah anak didiknya sendiri. Tapi waktu tiba dirumah, Arni mau Apri jadi mamanya
      ” Papa, kalau mau cari mama untuk Arni ya ibu Apri itu ya?”
      ” Alasan kamua pa anaku?” tanya Hengky pada anaknya.
      ” Ibu itu baik dan orangnya putih, jadi cocok buat papa, karena papa item” katanya
      ” Ha,ha,ha itu lho alasanya itukah anaku?”
      ” Hanya guyon aja pa, jangan tersinggung ya, papa memang itemkan?”

      Akhirnya semua berjalan lancar dan hiduplah dengan damai tapi masih ada juga yang tidak setuju, yatitu anaknya yang nomor tiga Albert, dia masih berumur dua belas tahun kelas satu SMP, Ketidak setujuan berlanjut kepada larangan tidur dengan papanya karena biasanya mama Rosi yang tidur di samping papa nya.
      APRI mengalah saja dan bersedia tidur dimana saja oleh Albert, tapi itupun tidak boleh, hubungan suamii isteri mulai berjalan tidak wajar, tapi Hengky cukup tenang dan Apri cukup sabar menghadapi itu semua. Sampai sewaktu Apri hamilpun, Albert menyuruh mama tirinya keluar dari rumah
      ” Mama pergi dari sini, nanti papa gak sayang lagi sama kami kalau mama punya anak disini” katanya
      Sewaktu adeknya lahir Albert paling benci sama adeknya ini dan Apri tinggal di rumah dengan anaknya sendiri atau bersama ibunya. Untung masih ada nenek yang memberi kasih sayang buat Nisa
      Jadi setelah malam tiba APRI pergi kerumah orang tuanya dan Hengky yang sering ke ruamah terebut. Kejadian seperti ini berlangsung sampai Albert tamat SMP Si kecil Nisa tetap dibenci oleh Albert, tidak sedikitpun dia memperlakukan adeknya dengan baik, dan tidak boleh disatukan, karena di khawatirkan akan menimbulkan sesuatu yanng tidak dinginkan buat mereka adek-beradek terutama keselamatn Nisa si kecil

      Ahmad yang tertua sudah kuliah di semester empat dan dia banyak diam walaupun dalam hatinya dia tidak mau barengan dengan ibu tirinya dalam hal-hal tertentu, seperti ke sekolah kalau ada wali murid, dia mau membawa ibu tirinya ke sekolah dan itu terjadi sewaktu di SMA dulu. Dan sampai sekarang Apri pun tidak boleh memakai mobil papanya kemanapun pergi, terpaksalah Apri naik angkot atau Ojek ke mana saja sendirian. Apri pun tidak mau juga bersama suaminya naik mobil kalau ketiga anakj tirinya itu ada dihadapanya, hanya untuk menjaga hati mereka bertiga walaupun Arni malah membolehkan dan benci dengan adek dan kakaknya yang banyak peraturan tersebut.
      ” Mama bukan ibu kandungku, jadi tidak boleh pake ini mobil ” kata mereka dan sering seperti itu.
      Kadang Arni menangis melihat Apri diperlakukan seperti itu, tapi dia kalah suara, makanya selalu kalah. Sudah lima tahun diperlakukan seperti itu APRI tetap sabar dan puncak kebencian Ahmad adalah ketika Apri tidak boleh hadir diwaktu dia Wisuda jadi Sarjana . Dan Apri tinggal dirumah karena tidak boleh ikut oleh Ahmad dan Albert.
      Apri mulai tidak enak hati diperlakukan seperti itu dan suaminya juga kewalahan melihat tingkah laku anak-anaknya. Albert sudah mulai masuk sekolah di SMA di kota ini, begitu juga Arni sudah kelas tiga SMA, semua layanan APRI kepada anak-anaknya tetap berjalan sebagaimana seharusnya seorang ibu dan hatinya tetap menyayangi semua anak-anaknya., walaupun malam harinya dia tetap di rumah orang tuanya.

      Kalau malang memang tidak dapat ditolak oleh manusia, dan pagi itu setelah beberapa minggu Ahmad wisuda, Hengky mendadak mendapat kecelakaan dan cuku parah. Dia sembuh dan kedua tanganya tidak berdaya sama sekali bekerja,. Apri dengan ikhlas menerima keadaan itu, disinilah keliahatan sekali Apri betul-betul wanita sejati dan setia dalam situasi apapun. Dengan air mata dia kembali kerumah suaminya setrelah Albert dan Ahmad minta tolong sambil menangis. Dan sewaktu Ahmad mau nikahpun Apri setia mendampingi anak tirinya dan senyuman selalu menghias wajahnya dan dia memberi restu kepada anaknya ini.
      ” Mama, maafkan salah aku ma, sambil bersujud di kaki Apri, hanya mamalah yang akan menjaga papa, karena aku akan pergi bersama isteriku. Ampun salah aku selama ini, restui aku ya ma agar aku bahagia dengan isteriku”, katanya memeluk ibu tirinya.
      Secara diam-diam Albert mendekatai adeknya Nisa dan memeluk adeknya itu, sambil menangis.
      ” Maafkan abang, ya sayang, abang jahat sama mama selama ini” katanya
      Nisa hanya bisa bingung,melihat pelukan abangnya,karena dia masih terlalu kecil untuk mengerti akan hal ini.
      Akhirnya Apri mendekati semua anak-anaknya dan memeluknya sambil air mata jatuh bercucuran. Mungkin itu adalah air mata bahagia bagi semua.


MANUSIA DAN CINTA KASIH



Manusia dan cinta kasih

.       Pengertian cinta kasih

Menurut kamus bahasa indonesia W.J.S Poerwa Darminta.
Cinta adalah rasa sangat suka atau rasa sayang ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya.
Sedangkan, kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan.
Maka, pengertian cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta kepada sesorang. Dan, cinta kasih bisa juga diartikan sebagai perasaan suka atau sayang kepada seseorang dan juga disertai dengan menaruh belas kasih.

Cinta bisa dibina secara baik apabila ada 4 unsur, yaitu :
·         Pengasuhan
·         Tanggung jawab
·         Perhatian
·         pengenalan

menurut Dr. Sarlito W. Sarwono juga mengemukakan pendapat bahwa cinta juga memiliki 3 unsur, yaitu :
·         ketertarikan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia, ada uang sedikit beli hadiah untuk dia.
·         Keintiman adanya kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi panggilan formal seperti bapak, ibu saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang dan sebagainya.makan sepiring berdua.
·         Kemesraan adalah adanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen rindu kalo jauh atau lama tak bertemu, adanya ungkapan ungkapan rasa sayang dan seterusnya.


Berdasarkan “Triangular Theory of Love” disebutkan beberapa bentuk-bentuk (wajah) cinta, yaitu :
1.    Menyukai (liking) atau pertemanan karib (friendship), yang cuma memiliki elemen intimacy. Dalam jenis ini, seseorang merasakan keterikatan, kehangatan, dan kedekatan dengan orang lain tanpa adanya perasaan gairah/nafsu yang menggebu atau komitmen jangka panjang.

2.    Tergila-gila (infatuation) atau pengidolaan (limerence), hanya memiliki elemen passion. Jenis ini disebut juga Infatuated Love, seringkali orang menggambarkannya sebagai “cinta pada pandangan pertama”. Tanpa adanya elemen intimacy dan commitment, cinta jenis ini mudah berlalu.

3.    Cinta hampa (empty love), dengan elemen tunggal commitment di dalamnya. Seringkali cinta yang kuat bisa berubah menjadi empty love, yang tertinggal hanyalah commitment tanpa adanya intimacy dan passion. Cinta jenis ini banyak dijumpai pada kultur masyarakat yang terbiasa dengan perjodohan atau pernikahan yang telah diatur (Era Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih?)

4.    Cinta romantis (romantic love). Cinta jenis ini memiliki ikatan emosi dan fisik yang kuat (intimacy) melalui dorongan passion.

5.    Cinta persahabatan sejati (companionate love). Didapatkan pada hubungan yang telah kehilangan passion tetapi masih memiliki perhatian dan intimacy yang dalam serta commitment. Bentuk cinta seperti ini biasanya terjadi antar sahabat yang berlawanan jenis.

6.    Cinta semu (fatuous love), bercirikan adanya masa pacaran dan pernikahan yang sangat bergelora dan meledak-ledak (digambarkan “seperti angin puyuh”), commitment terjadi terutama karena dilandasi oleh passion, tanpa adanya pengaruh intimacy sebagai penyeimbang.

7.    Cinta sempurna (consummate love), adalah bentuk yang paling lengkap dari cinta. Bentuk cinta ini merupakan jenis hubungan yang paling ideal, banyak orang berjuang untuk mendapatkan, tetapi hanya sedikit yang bisa memperolehnya. Sternberg mengingatkan bahwa memelihara dan mempertahankan cinta jenis ini jauh lebih sulit daripada ketika meraihnya. Sternberg menekankan pentingnya menerjemahkan elemen-elemen cinta ke dalam tindakan (action). “Tanpa ekspresi, bahkan cinta yang paling besar pun bisa mati” kata Sternberg.

Non Love, adalah suatu hubungan yang tidak terdapat satupun dari ketiga unsur tersebut. hanya ada interaksi namun tidak ada gairah, komitmen, ataupun rasa suka.

             cinta menurut ajaran agama

·         cinta diri

Mencintai segala sesuatu yang baik pada dirinya, dan sebaliknya dia membenci sesuatu yang dapat menghalangi dirinya.
Al-Qur’an telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri ini, kecenderungannya untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi dirinya, dan menghindar dari segala sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammad SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui hal-hal gaib, tentu beliau akan memperbanyak hal-hal yang baik bagi dirinya dan menjauhkan dirinya dari segala keburukan.

·         cinta kepada sesama manusia

Agar dapat hidup dengan penuh kesabaran dan keharmonisan dengan sesama manusia, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Pun hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dengan dan memberi bantuan kepada orang lain.

·         cinta seksual

Dorongan cinta seksual yaitu suatu fungsi penting untuk malahirkan keturunan demi kelangsungan jenis, maka dari dorongan cinta seksual tersebut terbentuklah keluarga. Hal tersebut merupakan emosi alamiah dalam diri manusia yang tidak diingkari, tidak ditentang ataupun ditekannya. Namun, dalam ajaran agama islam pengendalian dan penguasaan cinta ini dengan cara yang sah yaitu, dengan perkawinan.


·         cinta kepada allah

Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentu seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.

              Pemujaan

Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia terhadap tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk ibadah. Kecintaan manusia kepada tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini karena pemujaan kepada tuhan adalah inti, makna kehidupan yang sebenarnya, sebabnya tuhan lah yang menciptakan alam semesta.
Pemujaan manusia sebenarnya ingin berkomunikasi dengan tuhannya. Manusia memohon ampunn perlindungan dll kepada tuhannya.

        Kasih sayang

Menurut kamus umum bahasa indonesia W.J.S Purwodarmito kasih sayang diartikan dengan perasaan sayang atau cinta kepada seseorang. Kasih sayang ini m
erupakan pertumbuhan dari cinta. Kasih sayang ada dua bentuk yaitu, kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang, Kasih sayang juga dasar komunikasi dari keluarga.
Kata kasih dan sayang itu mengandung pengertian yang sangat luas. Dan yang pasti setiap insan manusia perlu tahu dan mengerti apa makna kasih sayang yang sebenarnya, sekaligus memilikinya di dalam sanubari. Seseorang akan terlanda kekeringan jiwa jika hidup tanpa memiliki kasih maupun sayang. Apapun yang terjadi, pasti dia akan selalu ingin cintai sekaligus mencintai orang lain. Dari pertama kali lahir di dunia sampai ajal menjemput.

Yang dimaksud dengan kasih dan sayang di sini bukan sekadar hubungan cinta atau asmara antara seorang laki-laki dan perempuan saja. Namun lebih bersifat universal. Sehingga hal ini bisa terjadi terhadap sahabat, saudara, keluarga dan lain-lain. Dan yang perlu ditekankan adalah, bahwa kasih dan sayang yang tulus itu selalu punya sifat yang ikhlas dan lebih banyak memberi daripada menerima. Kepentingan diri sendiri sering dinomor duakan demi memberi kebahagiaan pada orang yang dikasih dan disayanginya.


           Kemesraan

Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab.kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.


Cerpen manusia dan cinta kasih

“hahahahaha” tawa  ketiga gadis remaja ini meledak hingga kepenjuru kantin. mereka bertiga adalah Nadira, Gaby dan Ika. Entah apa yang sedang mereka perbincangkan sehingga tawa mereka begitu membahana hingga terdengar keseluruh penjuru kantin.

Nadira dan Gaby sudah bersahabat dari kecil. Dan ketika masuk SMA, mereka bertemu dengan Ika dan kini mereka bertiga bersahabat.

“guys guys.. liat tuh” ucap Ika menghentikan tawa kedua sahabatnya ketika melihat seorang cowo dengan senyum manisnya tengah berjalan kearah kantin bersama temannya. Ika tak hentinya menatap kearah cowo itu yang sedang beramah tamah dengan orang-orang yang menyapanya. Memang, cowo itu banyak digemari siswi-siswi.

Nadira dan Gaby memutar kepala kearah tunjuk Ika tadi berhubung Nadira dan Gaby duduk membelakangi pintu masuk kantin. bermacam ekspresi yang dinampakan kedua orang itu. yang satu menatap cowo itu sinis dan satu lagi menatap cowo itu seperti…. Entahlah. Hanya dia sendiri yang tahu.

“ck… si cowo rese lagi” Gaby berdecak sinis ketika cowo itu melewati meja kantin mereka. seperti merasa tersindir, si cowo itu berhenti dan balik menatap sinis kearah Gaby. Gaby tak kalah sinis nya menatap cowo itu. sedangkan Ika sudah menatap cowo itu dengan tatapan kagum. Nadira… diam saja.

“lo bilang apa tadi?!” geram cowo itu yang bernama Bastian.

“gue bilang co-wo re-se” jawab Gaby dengan penuh penekanan.

“lo bilangin gue rese hah?!” Bastian semakin kesal dengan tingkah Gaby yang selalu cari ribut dengannya.

“lo ngerasa? Ya bagus deh” sahut Gaby santai sambil menyeruput jus jeruk nya tanpa beban.

“lo ya….” Baru saja Bastian ingin memarah-marahi Gaby lebih lanjut, temannya sudah melerai duluan.

“udahlah Bas, ngapain lo berantem sama cewe? Malu-maluin aja” lerai teman Bastian. Bastian berpikir sebentar lalu beralih menatap Gaby lagi.

“awas lo. hidup lo ngga bakalan selamat ditangan gue” ancam Bastian sebelum pergi hingga dia benar-benar berlalu dari hadapan 3sahabat itu.

“kenapa sih lo ngga pernah damai sama Bastian?” tanya Nadira heran dengan tingkah temannya yang satu itu.

“gue? damai sama si rese itu? ngga bakalan! Dari awal gue sekolah disini gue udah bertekad ngga bakalan damai sama dia”

“udah lah Gab, damai aja sama Bastian. Dia orangnya baik kok, ngga kayak yang lo liat” kini Ika kembali buka suara setelah sadar dari keterkagumannya akan kegantengan Bastian.

“baik? Mungkin itu menurut lo yang udah cinta mati kebelet mampus sama dia. Tapi bagi gue, cowo rese kayak dia tetep RE-SE!” jawab Gaby penuh kekesalan. Nadira dan Ika tak bisa berkata-kata lagi. jika sudah seperti ini, Gaby susah untuk ditenangkan. Mereka sudah cukup hafal dengan sifat Gaby, tepatnya sifat mereka satu sama lain.

*

Bel pulang sudah berbunyi. Semua murid satu per satu sudah meninggalkan kelas masing-masing. Kecuali 3sahabat ini. siapa lagi kalau bukan Nadira, Gaby dan Ika? mereka sibuk mendengarkan curhatan Ika yang bagi Gaby sama sekali tidak penting itu.

“….. trus ya habis kejadian lo sama dia di kantin tadi Gab, gue liat dia main basket. Aaa cool banget. Aura ganteng nya itu terpancar” Ika dengan semangatnya menceritakan Bastian yang tadi bermain basket dilapangan. Bastian memang bintang basket disekolahnya.

“nah trus….” Baru saja Ika ingin melanjutkan curhatannya tentang pujaan hatinya itu, handphone nya berdering menandakan ada telfon masuk. Segera dia merogoh sakunya dan mengambil handphone nya.

“iya pak? Oh iya bentar…” KLIK. Ika memutuskan sambungan telfonnya.

“guys gue duluan ya. Supir gue udah jemput. Byeee” Ika langsung berlalu pergi meninggalkan kelas karena baru saja mendapat telfon dari supirnya bahwa sang supir sudah di depan sekolah.

“huft… heran gue sama tuh anak. Udah jelas-jelas Bastian itu pernah nge-phpin dia. Eh masih aja dia tergila-gila sama tuh anak” heran Gaby.

“nama nya juga cinta. Cinta itu buta. Ya itu deh si Ika korban kebutaan cinta” sahut Nadira. Gaby geleng-geleng kepala heran.

“eh iya lo pulang sama apa?” tanya Nadira.

“paling sendiri lagi. supir ngga bisa jemput lagi nih” jawab Gaby lemah teringat bahwa dia akan pulang sendiri lagi kali ini.

“yakin lo? ngga bareng gue aja? Mau hujan loh ini”

“hmm.. ngga usah deh makasih. Ya udah gue duluan ya Nad, ntar keburu ngga dapet Bis atau angkot” Gaby bangkit berdiri sambil menyandang tas nya.

“ya udah hati-hati ya”

*

Ternyata benar apa kata Nadira. Kini air mata langit itu sudah menyelimuti bumi dengan derasnya. Untung saja Gaby sampai di halte sebelum hujan deras sehingga tubuhnya sekarang hanya basah sedikit akibat gerimis tadi.

Gaby menggosok-gosok kedua lengannya yang terasa dingin lalu beralih menggosokan kedua telapak tangan agar terasa lebih panas;. Ketika sedang menelungkupkan telapak tangannya ke pipi, ternyata sebuah jaket berwarna biru langit tengah tersampir dibahu nya. Gaby tersentak kaget.

Di tatapnya sebentar jaket yang kini sudah bertengger tenang dibahu nya itu lalu beralih menatap kesamping kanan nya mencari tahu siapa orang berbaik hati yang sudah meminjamkannya jaket itu. keterkagetan Gaby semakin bertambah ketika melihat siapa yang sudah menyampirkan jaket itu kebahu nya. seorang cowo yang selama ini menjadi musuh bebuyutannya.

“ngapain lo hujan-hujanan disini?” tanya cowo itu yang tak lain adalah Bastian tanpa menatap ke Gaby sedikitpun tetapi malah menatap lurus kedepan kearah jalanan. Seperti ada sesuatu yang menarik disana.

Gaby tidak menjawab pertanyaan Bastian itu. dia masih sibuk dengan pikirannya. Merasa tidak diacuhkan, kini Bastian beralih menatap Gaby. Gaby tersentak kaget ketika pandangan mereka berdua beradu. Terjadi tatap-tatapan antara keduanya selama beberapa menit, ada sesuatu yang berdesir dihati Gaby ketika menatap mata itu sampai akhirnya Gaby tersadar.

“eh.. hm.. ngapain lo disini?” tanya Gaby dengan nada gugupnya namun masih tersirat nada jutek didalamnya dan mencoba mengalihkan pandangan kearah lain agar tidak terjadi lagi kontak mata seperti tadi.

“ehem.. nunggu hujan reda. Nah lo sendiri ngapain masih disini?” jawab dan tanya Bastian balik. Kali ini Bastian menjawab pertanyaan Gaby itu dengan nada biasa dan dengan sebuah senyuman yang mengandung sebuah arti yang bermakna didalamnya.

“ng.. sa.. sama kayak lo. sekalian nunggu bis” jawab Gaby kini dengan nada biasanya namun masih terdengar tegang.

“oh…”

Terjadi keheningan selama beberapa saat. Canggung. Itulah suasana disana saat ini karena hanya mereka berdua yang sedang berada dihalte.

“ng… btw, thanks jaketnya” Gaby mulai buka suara mencoba mencairkan suasana.

“eh iya santai aja lagi. lagian lo kayaknya kedinginan banget” jawab Bastian seraya menggosok-gosokan kedua lengannya karena kini dia mulai merasa kedinginan. Gaby sadar akan gerak-gerik Bastian itu yang bisa dipastikan cowo itu kini sedang kedinginan.

“lo… kedinginan ya?” tanya Gaby.

“iya nih hujannya ngga bersahabat banget” jawab Bastian masih sambil menggosok-gosokan lengannya.

“ya udah ini jaketnya lo aja yang pake. Gue udah gapapa kok” Gaby langsung melepas jaket Bastian yang tadi tersampir dibahunya.

“eh ngga usah…” Bastian langsung menahan tangan Gaby yang sedang memegang jaketnya. Tanpa sengaja, Bastian menggenggam tangan Gaby. Mereka berdua sontak kaget namun kembali terjadi kejadian saling pandang seperti tadi. Tak mau perasaan yang selama ini susah-susah disangkalnya itu kembali lagi dan malah semakin dalam, Gaby langsung melepas pandangannya dari mata Bastian. Bastian pun akhirnya ikut tersadar.

“eh.. ehem.. ng.. hujannya udah berenti nih. Lo.. mau gue anterin ngga?” Gaby berpikir sebentar. Tak ada salahnya dia menerima tawaran Bastian. Toh, sedari tadi dia berdiri dihalte, tak ada satupun bis yang kosong.

“Hmm.. ya udah boleh deh”

“ya udah bentar gue ambil motor dulu” Bastian langsung berlari kedalam sekolah tepatnya keparkiran untuk mengambil motornya. Gaby mengangguk menyetujui.

TIIN TIIN

“ayo naik” ucap Bastian sesampainya dihalte menghampiri Gaby. Gaby mengangguk lalu langsung naik ke motor Bastian. Dari kejauhan, seseorang menatap kepergian Bastian dan Gaby dengan sayu.

“dari dulu gue udah yakin kalo kalian punya perasaan yang sama” lirih orang itu.

*

“thanks Bas udah anterin gue” ucap Gaby setelah sampai didepan rumahnya dan turun dari motor Bastian.

“iya sama-sama”

“hm.. lo ngga mau mampir dulu? Biar gue bikin teh panas biar badan lo ngga kedinginan lagi”

Bastian berpikir sebentar lalu menjawab “boleh deh”

Mereka masuk ke rumah Gaby. Gaby mempersilahkan Bastian untuk duduk dulu di ruang tamu sedangkan Gaby pergi ke dapur untuk membuatkan teh untuk Bastian dan juga dirinya.

“nih diminum dulu” sapa Gaby ketika sampai diruang tamu sambil membawa segelas teh panas.

“eh iya thanks” ucap Bastian lalu menggapai gelas pemberian Gaby dan menyeruputnya sedikit demi sedikit.

Gaby menatap Bastian seperti… entahlah. Dia sibuk dengan pikirannya saat ini. bagaimana caranya dia memulai mengutarakan niat baiknya.

“hmm…” gumam Gaby dan Bastian serentak.

“eh lo dulu aja” sambung Gaby cepat.

“ngga. Lo dulu aja, ladies first”

“hmm.. gini. lo ngerasa capek ngga berantem mulu sama gue tiap hari tiap ketemu? Ya.. maksud gue, apa lo ngga mau kalo kita…”

“berdamai. Ya, siapa juga sih yang suka kayak gini? malahan gue juga mau ngomong soal ini ke elo. Gue mau mulai sekarang kita lupain dendam kita. Mulai semuanya dari awal dengan baik-baik” potong Bastian cepat.

“oke, deal. Mulai sekarang kita temen ya?” Gaby mengacungkan kelingkingnya meminta Bastian untuk ikut menautkan kelingkingnya juga. Bastian bingung ingin menjawab apa. sebenarnya, bukan ini yang diharapkannya. Heran karena Bastian tak kunjung menyambut ulurannya, Gaby menurunkan tangannya.

“kenapa? Lo ngga mau temenan ya sama gue?” tanya Gaby dengan suara lirihnya.

“bu.. bukan gitu Gab. Gu.. gue..”

“gapapa kok kalo lo ngga mau jadi temen gue”

“bukan gitu… okedeh gue mau jadi temen lo”

“beneran?”

“i.. iya”

“thanks Bas. Mulai sekarang, ngga ada musuh-musuhan lagi. ngga ada perang mulut dikantin lagi dan lain-lainnya. Oh iya satu lagi. gue mau ngomong sesuatu sama lo” mendengar perkataan terakhir Gaby, Bastian jadi panas-dingin sendiri harap-harap cemas apa yang akan dikatakan Gaby. Dari nada bicaranya terdengar serius.

“apa?”

“ng… apa lo.. ada rasa sama… I.. ka?” tanya Gaby ragu.

“Ika? sahabat lo itu? kenapa emang?”

“ng… dia suka sama lo sejak pertama kali kita masuk SMA. Karena itulah selama ini gue selalu marah kalo ngeliat elo. soalnya gue nilai lo Cuma php-in Ika aja. Gue juga sering ngeliat elo kayak ngasih perhatian gitu ke dia. Maka dari itu, sekarang gue pengen tau apa lo punya perasaan yang sama kayak dia?”

“yaampun, jadi beneran kata orang-orang kalo Ika suka sama gue? gue kirain itu Cuma gossip aja”

“itu beneran kok. Gimana? Apa lo juga suka sama Ika?” tanya Gaby lagi.

“gini ya Gab, gue hargain perasaan Ika. gue tau dia sahabat lo. maka dari itu gue ngga mau bikin dia sakit hati atau bikin lo marah lagi sama gue” jelas Bastian.

“gue lurusin aja sekarang. Gue emang kasih perhatian ke dia dan itu bukan Cuma ke dia aja. Gue emang selalu ngerhargain wanita karena gue nganggep wanita itu sama dengan nyokap gue. mungkin menurut gue.. Ika nya aja yang salah tanggap perhatian gue ke dia. Jujur, gue ngga punya perasaan apapun ke dia. Gue… hati gue udah yang nempati” sambung Bastian lagi dan pada kalimat terakhirnya dia menegakkan kepalanya menatap Gaby.

“siapa?” tanya Gaby. Dia mencoba memahami dan mengerti semua penjelasan Bastian. Mungkin ada benarnya juga kalau selama ini hanya Ika yang salah tanggap akan perhatian yang diberi Bastian kepadanya.

“namanya… depannya E  tengahnya L belakangnya O”

“depan E tengah L belakang O? E-L-O? elo?” tanya Gaby masih bingung.

“iya elo”

“ELO?! GUE?!” tanya Gaby kaget. Bastian mengangguk. Seketika Gaby terdiam membeku. Tak percaya.

“Gab, selama ini gue suka sama lo. gue sayang bahkan cinta sama lo. apa lo ngga pernah pikir kalau seorang pria selalu mencari masalah dengan seorang wanita, itu berarti pria itu tertarik dengan wanita itu. dia memiliki rasa yang berbeda. Gue selama ini selalu cari masalah sama lo itu karena gue pengen dapet perhatian lebih dari lo, Gab. Maka dari itu gue Cuma bisa cari-cari masalah sama lo”

“gue ngga minta lo bales perasaan gue kok. Gue Cuma mau jujur sama perasaan gue. terserah kalo lo mau bales atau engga. Cukup gue jujur sama lo itu udah bikin gue lega. Setidaknya, ngga ada lagi sesuatu yang mengganjal dihati gue”

“Bas…” ucap Gaby parau.

“iya?”

“bisa tinggalin gue sekarang sendirian?” pinta Gaby lirih. kini air mata mulai mengalir kedua pipi nya.

“Gab? Lo nangis? Maaf kalo…”

“bisa tinggalin gue sekarang? Gue butuh nenangin diri”

“oke kalo itu mau lo. gue pamit” Lantas Bastian beranjak pergi meninggalkan Gaby sendirian diruang tamu yang terasa sunyi itu.

“kenapa jadi gini? gue harus ngomong apa sama Ika? gue harus apa sekarang? ARGGHHHS” erang Gaby keras. Dari luar rumah, ternyata Bastian belum meninggalkan pelataran rumah Gaby. Dia mendengar ucapan Gaby serta erangan gadis itu. dia merasa tak tega juga melihat gadis yang dicintainya jadi seperti itu.

“maafin gue Gab karena harus jujur semuanya sekarang. Gue juga manusia yang punya batas kesabaran kalo ngeliat elo deket-deket sama cowo lain. Gue juga ngga tahan mendam semuanya sendiri” ucap Bastian lirih sambil menatap kearah pintu jati rumah Gaby seakan pintu itu adalah Gaby.

*
Sudah satu minggu berlalu semenjak Batsian mengakui perasaannya kepada Gaby itu. semenjak itu pula Gaby selalu menghindar jika bertemu dengan Bastian. Gaby pun kini lebih pendiam dan menyendiri. Akhir-akhir ini Gaby sering terlihat melamun dan tak mau diajak bergabung dengan Nadira dan Ika.

“Gaby kenapa sih Nad? Udah seminggu ini kayaknya dia uring-uringan banget” tanya Ika kepada Nadira ketika mereka memandangi tingkah Gaby dari kejauhan.

“gue juga ngga tau Ka. Semenjak waktu itu…” Nadira berbicara pelan pada kalimat terakhirnya. Dia baru ingat. Ya, dia tahu apa yang harus dilakukannya saat ini.

“semenjak waktu itu apa Nad?” tanya Ika yang ternyata mendengar perkataan Nadira tadi.

“itu ngga penting. Ka, gue sekarang mau lo jawab jujur. Gimana perasaan lo sama Bastian sekarang?” tanya Nadira dengan nada dan tatapan yang serius. Dia pun juga memegangi kedua bahu Ika.

“lo kenapa sih? kenapa lo tiba-tiba nanya gitu?” tanya Ika heran.

“lo ngga perlu tau. Yang penting sekarang lo harus jawab sejujur-jujurnya dari hati lo yang terdalam. Lo beneran cinta sama Bastian atau Cuma kagum sama dia? Sama kepandaian dan ketampanan dia?”

“ng… jujur, sebenernya gue Cuma terobsesi Nad sama Bastian. Gue Cuma kagum sama semua tingkah positif yang dia lakuin. Gue… sebenernya gue… udah jadian sama anak kelas sebelah” ucap Ika jujur dengan suara berbisik pada kalimat terakhirnya.

“hah? Sama siapa? Kok lo ngga bilang sih?!”

“sstt.. diem aja. Lo kenal kok, dia terkenal juga disekolah kita”

Nadira berpikir sebentar dan teringat akan satu nama yang diyakininya benar “jangan bilang kalo….”

“ehehe tuh lo tau. Pokoknya diem aja deh jangan sampe ada yang tau”

“hhh… ya udah bagus. Satu misi gue beres! Sekarang misi selanjutnya. Semangat!” Nadira langsung pergi meninggalkan Ika sendirian.

“kok pergi?”

*

Nadira berlari-lari kecil menyusuri semua koridor sekolah. Semua tempat di sekolah sudah dicari, namun orang yang dicari tidak ditemukan. Kembali dia ke kelas orang itu dan bertanya kepada teman sekelasnya.

“sakit? Sakit apa?” tanya Nadira kepada teman sekelas orang itu dan ternyata orang yang bersangkutan tidak hadir dikarenakan kabarnya sakit.

“ngga tau sih. coba lo kerumahnya aja” jawab orang yang ditanyai itu.

“lo tau rumahnya?”

“hmm.. bentar” orang itu masuk sebentar kedalam kelas lalu mengambil secarik kertas dan pulpen. Dia sedang menuliskan sesuatu sepertinya.

“nih” ujar orang itu seraya memberi secarik kertas kepada Nadira yang bisa diyakini itu adalah alamat orang yang dicari.

“ya udah. Thanks banget ya”

*

Sepulang sekolah Nadira langsung mengunjungi rumah orang itu. dia sengaja sepulang sekolah langsung menuju rumah orang itu karena dia ingin semuanya selesai sekarang juga. Dia tidak tega melihat sahabatnya yang semula periang menjadi pemurung seperti sekarang. Ika yang dari tadi sibuk bertanya-tanya kepada Nadira ada apa, tak dihiraukan oleh Nadira.

Kini Nadira sudah sampai didepan rumah yang dituju. Dengan segenap keyakinan dia masuk melangkah ke pekarangan rumah yang luas itu.

TOK TOK

Nadira mengetuk pintu besar yang digunakan sebagai pintu masuk utama rumah ini. terdengar dari dalam derap langkah seseorang yang tergopoh-gopoh membukakan pintu.

“iya siapa?” tanya ibu-ibu yang baru saja keluar membukakan pintu Nadira.

“saya temen nya Bastian. Bastian nya ada Bi?” tanya Nadira kepada ibu-ibu tua yang Nadira yakini pembantu rumah tangga dirumah itu.

“oh ya. Ada kok mbak, den Bastian lagi dikamarnya. Badannya tadi pagi panas dingin trus ngigau nyebut-nyebut nama… Gab… Gab… Gaby. Nah iya mbak namanya Gaby kalo ngga salah”

‘ngga salah lagi dugaan gue’ batin Nadira semakin yakin.

“trus gimana keadaan Bastian sekarang Bi?”

“ya gitu deh mbak dia tadi lagi tidur. Udah beberapa hari ini dia sering melamun terus mbak, saya jadi ngga tega sama dia. Kayaknya dia lagi ada masalah besar gitu”

‘bener kan’ batin Nadira.

“hm.. boleh saya jenguk Bastian Bi?”

“noleh mbak boleh. Mbak naik aja keatas trus liat pintu yang tulisannya ‘Bastian”

“ohgitu. Yaudah Bi saya liat Bastian dulu ya Bi. Makasih” lantas Nadira mulai beranjak naik ke tangga dan mencari kamar Bastian. Tak sulit bagi Nadira untuk mencari pintu yang bertuliskan ‘Bastian’. Nadira kini sudah berdiri didepan pintu kamar Bastian. Diketuknya beberapa kali. Ternyata ada sahutan dari dalam walaupun hanya deheman saja.

“Bas…” sapa Nadira ragu. Dilihatnya Bastian sedang duduk ditepi kasurnya memandang jauh keluar jendela. Mendengar sapaan Nadira, Bastian berbalik badan. Dia kaget melihat Nadira lah yang berada diambang pintu kini.

“lo.. lo Nadira kan? Sahabatnya Gaby?” tanya Bastian. Nadira mengangguk. Lalu mulai mendekati Bastian.

“lo tau dari mana rumah gue?” tanya Bastian lagi.

“lo ngga perlu tau gue dapet alamat lo dari mana. Hm.. lo sakit apa?” tanya Nadira berbasa-basi.

“sakit biasa aja kok demam biasa sama… sakit hati” jawab Bastian pelan.

“hhh… kayaknya gue harus ngomong langsung sama lo deh”

“maksud lo?”

“gue mau tanya, ada masalah apa antara lo dan Gaby?”

“k..kok… kok lo nanya gitu? Bukannya lo tau kalo selama ini gue emang sering berantem sama dia?”

“kalo itu gue juga tau kali. Minggu kemaren gue liat kalian pulang bareng pas hujan. Nah, semenjak itu Gaby jadi pemurung, pendiem, ngga kayak Gaby yang dulu. Dan gue liat Gaby pun selalu ngehindar kalo tiap ketemu sama lo. jadi.. apa yang terjadi setelah lo nganterin Gaby pulang waktu itu?”

Bastian tampak ragu untuk menjawab yang sesungguhnya. Namun dia ingin semuanya selesai. Lebih baik dia jujur kepada Nadira saat ini agar dia bisa meminta solusi kepada Nadira berhubung Nadira sahabat Gaby.

“gue suka sama dia. Gue sayang sama dia. Gue cinta sama dia. Gue selama ini suka Nad sama Gaby. Maka dari itu gue selalu cari masalah sama dia biar gue dapet perhatian dari dia. Dan waktu gue nganterin Gaby pulang, gue jujur sama dia tentang perasaan gue. disana jug ague tau kalo sahabat lo… Ika suka sama gue. dan ngga tau kenapa tiba-tiba Gaby nyuruh gue buat pulang tinggalin dia sendiri. Gue bingung Nad sama dia”

“hhh… ya jelas Gaby uring-uringan kayak gitu lah. Gue yakin Gaby itu juga cinta Bas sama lo. tapi dia ngga mungkin nerima lo gitu aja. Gaby itu sahabat yang baik buat gue sama Ika. maka dari itu Gaby ngga mau nyakitin hati Ika dengan dia berpacaran sama lo”

“lo serius Gaby juga cinta sama gue?”

“menurut gue sih gitu. Soalnya semenjak lo anterin dia pulang, besoknya sifat dia langsung berubah 180 derajat. Kalo dia ngga punya perasaan apa-apa sama lo, ngga mungkin dia uring-uringan kayak gini sekarang”

“trus.. gue harus apa?”

“lo ngga harus ngelakuin apapun kok. Lo cukup siapin kata-kata buat nyatain perasaan lo lagi ke Gaby dan cukup dateng besok ke taman sekolah. Biar gue sama Ika yang ngatur semuanya”

“maksud lo? Ika? bukannya Ika… suka sama gue? masa iya dia mau nolongin gue buat nyatain cinta ke Gaby? Ah ngga ah! Gue ngga mau nyakitin hati cewe lagi”

“Bastian.. Ika itu Cuma kagum sama lo. dia Cuma terobsesi sama lo. lagian dia juga udah punya pacar kok. Biar gue nanti yang kasih tau ke Ika tentang semua ini dan juga rencana besok. Lo tinggal beres aja. Okey?”

“hhh… gue percaya aja deh sama lo”

*

Sesuai janji, Bastian sudah berada di taman sekolah menunggu kedatangan Gaby. Sesuai informasi dari Nadira tadi pagi, dia sudah menjelaskan semuanya kepada Ika dan ternyata Ika sangat mendukung begitu tahu rencana ini.

Sejujurnya, Nadira juga memiliki perasaan kepada Bastian. Tetapi dia tahu, orang yang dicintainya telah mencintai glain dan itu sahabatnya sendiri. Dia tidak boleh egois. Dia tidak bisa memaksakan cinta begitu saja. Bisa saja dia memaksa Bastian untuk menjadi kekasihnya. Namun dia tidak tega jika nantinya hati pria itu tersiksa menjalani hubungan dengannya. 

“Ika sama Nadira mana sih? kataya disini” Bastian dapat mendengar suara gadis yang sangat dikenalnya. Yap, gadis itu adalah Gaby.

“Gab..” panggil Bastian.

“Bastian?” kaget Gaby. Dia baru saja ingin kabur dari Bastian, namun kali ini pria itu tidak mau kehilangan kesempatan ini. dengan cekatan dia menahan tangan gadis itu.

“please jangan hindarin gue kayak gini Gab. Gue ngga sanggup kalo harus ngeliat lo ngejauh dari gue seakan-akan lo memendam benci yang terdalam sama gue” lirih Bastian.

“apa? ngga sanggup? Trus kenapa waktu kita dulu sering berantem lo nya sanggup-sanggup aja? Apa bedanya sih dulu sama sekarang? Anggap aja sekarang kita musuhan kayak dulu lagi” jawab Gaby dengan nada sinisnya. Bastian yakin, nada bicara seperti itu hanya bohong belaka Gaby saja.

“engga Gab gue ngga bisa. Gue cinta sama lo. gue pengen ngejagain lo selalu disamping gue. gue ingin lo jadi milih gue Gab. Please kasih gue kesempatan?”

“lo ngomong apa sih? ngelindur lo?”

“Gab, please..” Bastian menatap tajam mata Gaby. Gaby dapat melihat mata elang pria itu yang sangat terpancar keseriusannya.

“please Bas jangan bikin gue kayak gini. lo harus ngertiin gue. gue ngga bisa karena gue….” Gaby sudah tidak sanggup melanjutkan kata-katanya. Air mata mulai mengalir dikedua pipi nya. entah sejak kapan gadis ini menjadi gadis penangis tapi hanya satu yang dia tahu. Semua ini hanya karena Bastian seorang.

“karena apa? lo ngga tega sama Ika? gue ngerti Gab kalo lo ngejaga perasaan sahabat lo. tapi apa lo ngga bisa ngertiin perasaan gue? apa lo mau gue jadian sama Ika tapi hati gue kesiksa? Raga gue boleh aja lagi sama dia, tapi jiwa gue? engga Gab. Jiwa gue itu elo”

“engga Bas, please.. lepasin gue. bebasin gue buat ngelupain lo”

“ngga! Gue ngga mau kehilangan lo”

“Bastian bener Gab” ucap Ika dan Nadira tiba-tiba yang muncul bersama.

“Ika? Nadira? lo.. kalian…”

“terima Gab cintanya Bastian. Dia cowo yang baik. Dia tulus cinta sama lo. masalah gue.. lo ngga usah pikirin. Gue udah relain lo sama Bastian kok dan lagian… gue juga udah punya pacar hehe” lanjut Ika.

“Ka.. lo… lo serius?”

“iya. Apa lo tega ngeliat cowo yang lo cinta malah kesiksa kalo jadian sama gue?” tanya Ika dengan nada yang menggoda.

“ih.. apa sih” elak Gaby dengan wajah malunya.

“kalo cinta jangan gengsi” goda Nadira.

“gimana Gab?” tanya Bastian.

“gimana apanya?” tanya Gaby pura-pura bingung.

“lo… terima cinta gue atau engga?”

“maunya?”

“menurut lo?” Bastian melangkah agar mendekat dengan Gaby. Tatapan mereka tak lepas.

“lo maunya gimana?” Gaby juga mendekatkan badannya.

“gue mau lo terima cinta gue” semakin dekat. Kini wajah mereka pun juga ikut mendekat. Nadira dan Ika yang melihat itu secara langsung sudah menutup-nutup mata.

“ya udah”

“ya udah apa?” semakin dekat.

“gue terima cinta lo” mereka mendekatkan wajah mereka. perlahan mereka memiringkan wajahnya dan mulai menutup mata. Nadira dan Ika ketakutan melihat kejadian itu. langsung saja mereka berlari dan berteriak “AAAAAAAAA…..” sontak Gaby dan Bastian tersentak membuka mata dan menjauhkan wajah masing-masing. Mereka malu. Mereka tidak sadar ternyata masih ada Nadira dan Ika disana. Mereka saling tatap sebentar lalu terkekeh kecil sambil malu-malu.

*

Cinta suatu rasa yang tidak bisa dibohongi.
Cinta tumbuh tak memandang waktu.
Cinta ibaratkan bom yang semakin lama semakin meledak.
Cinta semakin lama dipendam, semakin hati kita memberontak untuk mengakuinya.
Tak ada manusia yang tak memiliki cinta.
Tak ada cinta, bagai sayur tanpa garam


END