Manusia dan cinta kasih
. Pengertian cinta kasih
Menurut kamus bahasa indonesia W.J.S Poerwa Darminta.
Cinta adalah rasa sangat suka atau rasa sayang ataupun rasa sangat kasih
atau sangat tertarik hatinya.
Sedangkan, kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau
menaruh belas kasihan.
Maka, pengertian cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih
memperkuat rasa cinta kepada sesorang. Dan, cinta kasih bisa juga diartikan
sebagai perasaan suka atau sayang kepada seseorang dan juga disertai dengan
menaruh belas kasih.
Cinta bisa dibina secara baik apabila ada 4 unsur, yaitu :
· Pengasuhan
· Tanggung jawab
· Perhatian
· pengenalan
menurut Dr.
Sarlito W. Sarwono juga mengemukakan pendapat bahwa cinta juga memiliki 3
unsur, yaitu :
·
ketertarikan adalah adanya perasaan untuk hanya
bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain
kecuali dengan dia, ada uang sedikit beli hadiah untuk dia.
·
Keintiman adanya kebiasaan dan tingkah laku yang
menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi panggilan
formal seperti bapak, ibu saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau
sebutan sayang dan sebagainya.makan sepiring berdua.
·
Kemesraan adalah adanya rasa ingin membelai dan dibelai,
rasa kangen rindu kalo jauh atau lama tak bertemu, adanya ungkapan ungkapan
rasa sayang dan seterusnya.
Berdasarkan
“Triangular Theory of Love” disebutkan beberapa bentuk-bentuk (wajah) cinta,
yaitu :
1.
Menyukai (liking) atau pertemanan karib (friendship), yang cuma memiliki elemen
intimacy. Dalam jenis ini, seseorang merasakan keterikatan, kehangatan, dan
kedekatan dengan orang lain tanpa adanya perasaan gairah/nafsu yang menggebu
atau komitmen jangka panjang.
2.
Tergila-gila (infatuation) atau pengidolaan (limerence), hanya memiliki elemen
passion. Jenis ini disebut juga Infatuated Love, seringkali orang
menggambarkannya sebagai “cinta pada pandangan pertama”. Tanpa adanya elemen
intimacy dan commitment, cinta jenis ini mudah berlalu.
3.
Cinta hampa (empty love), dengan elemen tunggal commitment di dalamnya.
Seringkali cinta yang kuat bisa berubah menjadi empty love, yang tertinggal
hanyalah commitment tanpa adanya intimacy dan passion. Cinta jenis ini banyak
dijumpai pada kultur masyarakat yang terbiasa dengan perjodohan atau pernikahan
yang telah diatur (Era Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih?)
4.
Cinta romantis (romantic love). Cinta jenis ini memiliki ikatan emosi dan fisik
yang kuat (intimacy) melalui dorongan passion.
5.
Cinta persahabatan sejati (companionate love). Didapatkan pada hubungan yang
telah kehilangan passion tetapi masih memiliki perhatian dan intimacy yang
dalam serta commitment. Bentuk cinta seperti ini biasanya terjadi antar sahabat
yang berlawanan jenis.
6.
Cinta semu (fatuous love), bercirikan adanya masa pacaran dan pernikahan yang
sangat bergelora dan meledak-ledak (digambarkan “seperti angin puyuh”),
commitment terjadi terutama karena dilandasi oleh passion, tanpa adanya
pengaruh intimacy sebagai penyeimbang.
7.
Cinta sempurna (consummate love), adalah bentuk yang paling lengkap dari cinta.
Bentuk cinta ini merupakan jenis hubungan yang paling ideal, banyak orang
berjuang untuk mendapatkan, tetapi hanya sedikit yang bisa memperolehnya.
Sternberg mengingatkan bahwa memelihara dan mempertahankan cinta jenis ini jauh
lebih sulit daripada ketika meraihnya. Sternberg menekankan pentingnya
menerjemahkan elemen-elemen cinta ke dalam tindakan (action). “Tanpa ekspresi,
bahkan cinta yang paling besar pun bisa mati” kata Sternberg.
Non Love,
adalah suatu hubungan yang tidak terdapat satupun dari ketiga unsur tersebut.
hanya ada interaksi namun tidak ada gairah, komitmen, ataupun rasa suka.
cinta menurut ajaran agama
·
cinta diri
Mencintai
segala sesuatu yang baik pada dirinya, dan sebaliknya dia membenci sesuatu yang
dapat menghalangi dirinya.
Al-Qur’an
telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri ini,
kecenderungannya untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi
dirinya, dan menghindar dari segala sesuatu yang membahayakan keselamatan
dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammad SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui
hal-hal gaib, tentu beliau akan memperbanyak hal-hal yang baik bagi dirinya dan
menjauhkan dirinya dari segala keburukan.
·
cinta kepada sesama manusia
Agar dapat
hidup dengan penuh kesabaran dan keharmonisan dengan sesama manusia, tidak
boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Pun
hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada
orang-orang lain, bekerja sama dengan dan memberi bantuan kepada orang lain.
·
cinta seksual
Dorongan
cinta seksual yaitu suatu fungsi penting untuk malahirkan keturunan demi
kelangsungan jenis, maka dari dorongan cinta seksual tersebut terbentuklah
keluarga. Hal tersebut merupakan emosi alamiah dalam diri manusia yang tidak
diingkari, tidak ditentang ataupun ditekannya. Namun, dalam ajaran agama islam
pengendalian dan penguasaan cinta ini dengan cara yang sah yaitu, dengan
perkawinan.
·
cinta kepada allah
Kemesraan
dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat
menciptakan berbagai bentu seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.
Pemujaan
Pemujaan
adalah salah satu manifestasi cinta manusia terhadap tuhannya yang diwujudkan
dalam bentuk ibadah. Kecintaan manusia kepada tuhan tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan manusia. Hal ini karena pemujaan kepada tuhan adalah inti, makna
kehidupan yang sebenarnya, sebabnya tuhan lah yang menciptakan alam semesta.
Pemujaan
manusia sebenarnya ingin berkomunikasi dengan tuhannya. Manusia memohon ampunn
perlindungan dll kepada tuhannya.
Kasih sayang
Menurut
kamus umum bahasa indonesia W.J.S Purwodarmito kasih sayang diartikan dengan
perasaan sayang atau cinta kepada seseorang. Kasih
sayang ini m
erupakan pertumbuhan dari cinta. Kasih sayang ada dua bentuk yaitu, kasih
mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang, Kasih sayang juga dasar
komunikasi dari keluarga.
Kata kasih dan sayang itu mengandung pengertian yang sangat luas. Dan yang
pasti setiap insan manusia perlu tahu dan mengerti apa makna
kasih sayang yang sebenarnya, sekaligus memilikinya di dalam sanubari. Seseorang akan
terlanda kekeringan jiwa jika hidup tanpa memiliki kasih maupun sayang. Apapun
yang terjadi, pasti dia akan selalu ingin cintai sekaligus mencintai orang
lain. Dari pertama kali lahir di dunia sampai ajal menjemput.
Yang dimaksud dengan kasih dan sayang di sini bukan sekadar hubungan cinta atau asmara antara seorang laki-laki dan perempuan saja. Namun lebih bersifat universal. Sehingga hal ini bisa terjadi terhadap sahabat, saudara, keluarga dan lain-lain. Dan yang perlu ditekankan adalah, bahwa kasih dan sayang yang tulus itu selalu punya sifat yang ikhlas dan lebih banyak memberi daripada menerima. Kepentingan diri sendiri sering dinomor duakan demi memberi kebahagiaan pada orang yang dikasih dan disayanginya.
Yang dimaksud dengan kasih dan sayang di sini bukan sekadar hubungan cinta atau asmara antara seorang laki-laki dan perempuan saja. Namun lebih bersifat universal. Sehingga hal ini bisa terjadi terhadap sahabat, saudara, keluarga dan lain-lain. Dan yang perlu ditekankan adalah, bahwa kasih dan sayang yang tulus itu selalu punya sifat yang ikhlas dan lebih banyak memberi daripada menerima. Kepentingan diri sendiri sering dinomor duakan demi memberi kebahagiaan pada orang yang dikasih dan disayanginya.
Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang
akrab.kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang
sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya
merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.
Cerpen
manusia dan cinta kasih
“hahahahaha” tawa ketiga gadis remaja ini meledak hingga kepenjuru
kantin. mereka bertiga adalah Nadira, Gaby dan Ika. Entah apa yang sedang
mereka perbincangkan sehingga tawa mereka begitu membahana hingga terdengar
keseluruh penjuru kantin.
Nadira dan Gaby sudah bersahabat dari kecil. Dan ketika masuk SMA, mereka
bertemu dengan Ika dan kini mereka bertiga bersahabat.
“guys guys.. liat tuh” ucap Ika menghentikan tawa kedua sahabatnya ketika
melihat seorang cowo dengan senyum manisnya tengah berjalan kearah kantin
bersama temannya. Ika tak hentinya menatap kearah cowo itu yang sedang beramah
tamah dengan orang-orang yang menyapanya. Memang, cowo itu banyak digemari
siswi-siswi.
Nadira dan Gaby memutar kepala kearah tunjuk Ika tadi berhubung Nadira dan
Gaby duduk membelakangi pintu masuk kantin. bermacam ekspresi yang dinampakan
kedua orang itu. yang satu menatap cowo itu sinis dan satu lagi menatap cowo
itu seperti…. Entahlah. Hanya dia sendiri yang tahu.
“ck… si cowo rese lagi” Gaby berdecak sinis ketika cowo itu melewati meja
kantin mereka. seperti merasa tersindir, si cowo itu berhenti dan balik menatap
sinis kearah Gaby. Gaby tak kalah sinis nya menatap cowo itu. sedangkan Ika
sudah menatap cowo itu dengan tatapan kagum. Nadira… diam saja.
“lo bilang apa tadi?!” geram cowo itu yang bernama Bastian.
“gue bilang co-wo re-se” jawab Gaby dengan penuh penekanan.
“lo bilangin gue rese hah?!” Bastian semakin kesal dengan tingkah Gaby yang
selalu cari ribut dengannya.
“lo ngerasa? Ya bagus deh” sahut Gaby santai sambil menyeruput jus jeruk
nya tanpa beban.
“lo ya….” Baru saja Bastian ingin memarah-marahi Gaby lebih lanjut,
temannya sudah melerai duluan.
“udahlah Bas, ngapain lo berantem sama cewe? Malu-maluin aja” lerai teman Bastian.
Bastian berpikir sebentar lalu beralih menatap Gaby lagi.
“awas lo. hidup lo ngga bakalan selamat ditangan gue” ancam Bastian sebelum
pergi hingga dia benar-benar berlalu dari hadapan 3sahabat itu.
“kenapa sih lo ngga pernah damai sama Bastian?” tanya Nadira heran dengan
tingkah temannya yang satu itu.
“gue? damai sama si rese itu? ngga bakalan! Dari awal gue sekolah disini
gue udah bertekad ngga bakalan damai sama dia”
“udah lah Gab, damai aja sama Bastian. Dia orangnya baik kok, ngga kayak
yang lo liat” kini Ika kembali buka suara setelah sadar dari keterkagumannya
akan kegantengan Bastian.
“baik? Mungkin itu menurut lo yang udah cinta mati kebelet mampus sama dia.
Tapi bagi gue, cowo rese kayak dia tetep RE-SE!” jawab Gaby penuh kekesalan. Nadira
dan Ika tak bisa berkata-kata lagi. jika sudah seperti ini, Gaby susah untuk
ditenangkan. Mereka sudah cukup hafal dengan sifat Gaby, tepatnya sifat mereka
satu sama lain.
*
Bel pulang sudah berbunyi. Semua murid satu per satu sudah meninggalkan kelas
masing-masing. Kecuali 3sahabat ini. siapa lagi kalau bukan Nadira, Gaby dan
Ika? mereka sibuk mendengarkan curhatan Ika yang bagi Gaby sama sekali tidak
penting itu.
“….. trus ya habis kejadian lo sama dia di kantin tadi Gab, gue liat dia
main basket. Aaa cool banget. Aura ganteng nya itu terpancar” Ika dengan
semangatnya menceritakan Bastian yang tadi bermain basket dilapangan. Bastian
memang bintang basket disekolahnya.
“nah trus….” Baru saja Ika ingin melanjutkan curhatannya tentang pujaan
hatinya itu, handphone nya berdering menandakan ada telfon masuk. Segera dia
merogoh sakunya dan mengambil handphone nya.
“iya pak? Oh iya bentar…” KLIK. Ika memutuskan sambungan telfonnya.
“guys gue duluan ya. Supir gue udah jemput. Byeee” Ika langsung berlalu
pergi meninggalkan kelas karena baru saja mendapat telfon dari supirnya bahwa
sang supir sudah di depan sekolah.
“huft… heran gue sama tuh anak. Udah jelas-jelas Bastian itu pernah
nge-phpin dia. Eh masih aja dia tergila-gila sama tuh anak” heran Gaby.
“nama nya juga cinta. Cinta itu buta. Ya itu deh si Ika korban kebutaan
cinta” sahut Nadira. Gaby geleng-geleng kepala heran.
“eh iya lo pulang sama apa?” tanya Nadira.
“paling sendiri lagi. supir ngga bisa jemput lagi nih” jawab Gaby lemah
teringat bahwa dia akan pulang sendiri lagi kali ini.
“yakin lo? ngga bareng gue aja? Mau hujan loh ini”
“hmm.. ngga usah deh makasih. Ya udah gue duluan ya Nad, ntar keburu ngga
dapet Bis atau angkot” Gaby bangkit berdiri sambil menyandang tas nya.
“ya udah hati-hati ya”
*
Ternyata benar apa kata Nadira. Kini air mata langit itu sudah menyelimuti
bumi dengan derasnya. Untung saja Gaby sampai di halte sebelum hujan deras
sehingga tubuhnya sekarang hanya basah sedikit akibat gerimis tadi.
Gaby menggosok-gosok kedua lengannya yang terasa dingin lalu beralih
menggosokan kedua telapak tangan agar terasa lebih panas;. Ketika sedang
menelungkupkan telapak tangannya ke pipi, ternyata sebuah jaket berwarna biru
langit tengah tersampir dibahu nya. Gaby tersentak kaget.
Di tatapnya sebentar jaket yang kini sudah bertengger tenang dibahu nya itu
lalu beralih menatap kesamping kanan nya mencari tahu siapa orang berbaik hati
yang sudah meminjamkannya jaket itu. keterkagetan Gaby semakin bertambah ketika
melihat siapa yang sudah menyampirkan jaket itu kebahu nya. seorang cowo yang
selama ini menjadi musuh bebuyutannya.
“ngapain lo hujan-hujanan disini?” tanya cowo itu yang tak lain adalah
Bastian tanpa menatap ke Gaby sedikitpun tetapi malah menatap lurus kedepan
kearah jalanan. Seperti ada sesuatu yang menarik disana.
Gaby tidak menjawab pertanyaan Bastian itu. dia masih sibuk dengan
pikirannya. Merasa tidak diacuhkan, kini Bastian beralih menatap Gaby. Gaby
tersentak kaget ketika pandangan mereka berdua beradu. Terjadi tatap-tatapan
antara keduanya selama beberapa menit, ada sesuatu yang berdesir dihati Gaby
ketika menatap mata itu sampai akhirnya Gaby tersadar.
“eh.. hm.. ngapain lo disini?” tanya Gaby dengan nada gugupnya namun masih
tersirat nada jutek didalamnya dan mencoba mengalihkan pandangan kearah lain
agar tidak terjadi lagi kontak mata seperti tadi.
“ehem.. nunggu hujan reda. Nah lo sendiri ngapain masih disini?” jawab dan
tanya Bastian balik. Kali ini Bastian menjawab pertanyaan Gaby itu dengan nada
biasa dan dengan sebuah senyuman yang mengandung sebuah arti yang bermakna
didalamnya.
“ng.. sa.. sama kayak lo. sekalian nunggu bis” jawab Gaby kini dengan nada
biasanya namun masih terdengar tegang.
“oh…”
Terjadi keheningan selama beberapa saat. Canggung. Itulah suasana disana
saat ini karena hanya mereka berdua yang sedang berada dihalte.
“ng… btw, thanks jaketnya” Gaby mulai buka suara mencoba mencairkan
suasana.
“eh iya santai aja lagi. lagian lo kayaknya kedinginan banget” jawab
Bastian seraya menggosok-gosokan kedua lengannya karena kini dia mulai merasa
kedinginan. Gaby sadar akan gerak-gerik Bastian itu yang bisa dipastikan cowo
itu kini sedang kedinginan.
“lo… kedinginan ya?” tanya Gaby.
“iya nih hujannya ngga bersahabat banget” jawab Bastian masih sambil
menggosok-gosokan lengannya.
“ya udah ini jaketnya lo aja yang pake. Gue udah gapapa kok” Gaby langsung
melepas jaket Bastian yang tadi tersampir dibahunya.
“eh ngga usah…” Bastian langsung menahan tangan Gaby yang sedang memegang
jaketnya. Tanpa sengaja, Bastian menggenggam tangan Gaby. Mereka berdua sontak
kaget namun kembali terjadi kejadian saling pandang seperti tadi. Tak mau
perasaan yang selama ini susah-susah disangkalnya itu kembali lagi dan malah
semakin dalam, Gaby langsung melepas pandangannya dari mata Bastian. Bastian
pun akhirnya ikut tersadar.
“eh.. ehem.. ng.. hujannya udah berenti nih. Lo.. mau gue anterin ngga?”
Gaby berpikir sebentar. Tak ada salahnya dia menerima tawaran Bastian. Toh,
sedari tadi dia berdiri dihalte, tak ada satupun bis yang kosong.
“Hmm.. ya udah boleh deh”
“ya udah bentar gue ambil motor dulu” Bastian langsung berlari kedalam
sekolah tepatnya keparkiran untuk mengambil motornya. Gaby mengangguk
menyetujui.
TIIN TIIN
“ayo naik” ucap Bastian sesampainya dihalte menghampiri Gaby. Gaby
mengangguk lalu langsung naik ke motor Bastian. Dari kejauhan, seseorang
menatap kepergian Bastian dan Gaby dengan sayu.
“dari dulu gue udah yakin kalo kalian punya perasaan yang sama” lirih orang
itu.
*
“thanks Bas udah anterin gue” ucap Gaby setelah sampai didepan rumahnya dan
turun dari motor Bastian.
“iya sama-sama”
“hm.. lo ngga mau mampir dulu? Biar gue bikin teh panas biar badan lo ngga
kedinginan lagi”
Bastian berpikir sebentar lalu menjawab “boleh deh”
Mereka masuk ke rumah Gaby. Gaby mempersilahkan Bastian untuk duduk dulu di
ruang tamu sedangkan Gaby pergi ke dapur untuk membuatkan teh untuk Bastian dan
juga dirinya.
“nih diminum dulu” sapa Gaby ketika sampai diruang tamu sambil membawa
segelas teh panas.
“eh iya thanks” ucap Bastian lalu menggapai gelas pemberian Gaby dan
menyeruputnya sedikit demi sedikit.
Gaby menatap Bastian seperti… entahlah. Dia sibuk dengan pikirannya saat
ini. bagaimana caranya dia memulai mengutarakan niat baiknya.
“hmm…” gumam Gaby dan Bastian serentak.
“eh lo dulu aja” sambung Gaby cepat.
“ngga. Lo dulu aja, ladies first”
“hmm.. gini. lo ngerasa capek ngga berantem mulu sama gue tiap hari tiap
ketemu? Ya.. maksud gue, apa lo ngga mau kalo kita…”
“berdamai. Ya, siapa juga sih yang suka kayak gini? malahan gue juga mau
ngomong soal ini ke elo. Gue mau mulai sekarang kita lupain dendam kita. Mulai
semuanya dari awal dengan baik-baik” potong Bastian cepat.
“oke, deal. Mulai sekarang kita temen ya?” Gaby mengacungkan kelingkingnya meminta
Bastian untuk ikut menautkan kelingkingnya juga. Bastian bingung ingin menjawab
apa. sebenarnya, bukan ini yang diharapkannya. Heran karena Bastian tak kunjung
menyambut ulurannya, Gaby menurunkan tangannya.
“kenapa? Lo ngga mau temenan ya sama gue?” tanya Gaby dengan suara
lirihnya.
“bu.. bukan gitu Gab. Gu.. gue..”
“gapapa kok kalo lo ngga mau jadi temen gue”
“bukan gitu… okedeh gue mau jadi temen lo”
“beneran?”
“i.. iya”
“thanks Bas. Mulai sekarang, ngga ada musuh-musuhan lagi. ngga ada perang
mulut dikantin lagi dan lain-lainnya. Oh iya satu lagi. gue mau ngomong sesuatu
sama lo” mendengar perkataan terakhir Gaby, Bastian jadi panas-dingin sendiri
harap-harap cemas apa yang akan dikatakan Gaby. Dari nada bicaranya terdengar
serius.
“apa?”
“ng… apa lo.. ada rasa sama… I.. ka?” tanya Gaby ragu.
“Ika? sahabat lo itu? kenapa emang?”
“ng… dia suka sama lo sejak pertama kali kita masuk SMA. Karena itulah
selama ini gue selalu marah kalo ngeliat elo. soalnya gue nilai lo Cuma php-in
Ika aja. Gue juga sering ngeliat elo kayak ngasih perhatian gitu ke dia. Maka
dari itu, sekarang gue pengen tau apa lo punya perasaan yang sama kayak dia?”
“yaampun, jadi beneran kata orang-orang kalo Ika suka sama gue? gue kirain
itu Cuma gossip aja”
“itu beneran kok. Gimana? Apa lo juga suka sama Ika?” tanya Gaby lagi.
“gini ya Gab, gue hargain perasaan Ika. gue tau dia sahabat lo. maka dari
itu gue ngga mau bikin dia sakit hati atau bikin lo marah lagi sama gue” jelas
Bastian.
“gue lurusin aja sekarang. Gue emang kasih perhatian ke dia dan itu bukan
Cuma ke dia aja. Gue emang selalu ngerhargain wanita karena gue nganggep wanita
itu sama dengan nyokap gue. mungkin menurut gue.. Ika nya aja yang salah
tanggap perhatian gue ke dia. Jujur, gue ngga punya perasaan apapun ke dia.
Gue… hati gue udah yang nempati” sambung Bastian lagi dan pada kalimat
terakhirnya dia menegakkan kepalanya menatap Gaby.
“siapa?” tanya Gaby. Dia mencoba memahami dan mengerti semua penjelasan
Bastian. Mungkin ada benarnya juga kalau selama ini hanya Ika yang salah
tanggap akan perhatian yang diberi Bastian kepadanya.
“namanya… depannya E tengahnya L belakangnya O”
“depan E tengah L belakang O? E-L-O? elo?” tanya Gaby masih bingung.
“iya elo”
“ELO?! GUE?!” tanya Gaby kaget. Bastian mengangguk. Seketika Gaby terdiam
membeku. Tak percaya.
“Gab, selama ini gue suka sama lo. gue sayang bahkan cinta sama lo. apa lo
ngga pernah pikir kalau seorang pria selalu mencari masalah dengan seorang
wanita, itu berarti pria itu tertarik dengan wanita itu. dia memiliki rasa yang
berbeda. Gue selama ini selalu cari masalah sama lo itu karena gue pengen dapet
perhatian lebih dari lo, Gab. Maka dari itu gue Cuma bisa cari-cari masalah
sama lo”
“gue ngga minta lo bales perasaan gue kok. Gue Cuma mau jujur sama perasaan
gue. terserah kalo lo mau bales atau engga. Cukup gue jujur sama lo itu udah
bikin gue lega. Setidaknya, ngga ada lagi sesuatu yang mengganjal dihati gue”
“Bas…” ucap Gaby parau.
“iya?”
“bisa tinggalin gue sekarang sendirian?” pinta Gaby lirih. kini air mata
mulai mengalir kedua pipi nya.
“Gab? Lo nangis? Maaf kalo…”
“bisa tinggalin gue sekarang? Gue butuh nenangin diri”
“oke kalo itu mau lo. gue pamit” Lantas Bastian beranjak pergi meninggalkan
Gaby sendirian diruang tamu yang terasa sunyi itu.
“kenapa jadi gini? gue harus ngomong apa sama Ika? gue harus apa sekarang?
ARGGHHHS” erang Gaby keras. Dari luar rumah, ternyata Bastian belum
meninggalkan pelataran rumah Gaby. Dia mendengar ucapan Gaby serta erangan
gadis itu. dia merasa tak tega juga melihat gadis yang dicintainya jadi seperti
itu.
“maafin gue Gab karena harus jujur semuanya sekarang. Gue juga manusia yang
punya batas kesabaran kalo ngeliat elo deket-deket sama cowo lain. Gue juga
ngga tahan mendam semuanya sendiri” ucap Bastian lirih sambil menatap kearah
pintu jati rumah Gaby seakan pintu itu adalah Gaby.
*
Sudah satu minggu berlalu semenjak Batsian mengakui perasaannya kepada Gaby
itu. semenjak itu pula Gaby selalu menghindar jika bertemu dengan Bastian. Gaby
pun kini lebih pendiam dan menyendiri. Akhir-akhir ini Gaby sering terlihat
melamun dan tak mau diajak bergabung dengan Nadira dan Ika.
“Gaby kenapa sih Nad? Udah seminggu ini kayaknya dia uring-uringan banget”
tanya Ika kepada Nadira ketika mereka memandangi tingkah Gaby dari kejauhan.
“gue juga ngga tau Ka. Semenjak waktu itu…” Nadira berbicara
pelan pada kalimat terakhirnya. Dia baru ingat. Ya, dia tahu apa yang harus
dilakukannya saat ini.
“semenjak waktu itu apa Nad?” tanya Ika yang ternyata mendengar perkataan
Nadira tadi.
“itu ngga penting. Ka, gue sekarang mau lo jawab jujur. Gimana perasaan lo
sama Bastian sekarang?” tanya Nadira dengan nada dan tatapan yang serius. Dia
pun juga memegangi kedua bahu Ika.
“lo kenapa sih? kenapa lo tiba-tiba nanya gitu?” tanya Ika heran.
“lo ngga perlu tau. Yang penting sekarang lo harus jawab sejujur-jujurnya
dari hati lo yang terdalam. Lo beneran cinta sama Bastian atau Cuma kagum sama
dia? Sama kepandaian dan ketampanan dia?”
“ng… jujur, sebenernya gue Cuma terobsesi Nad sama Bastian. Gue Cuma kagum
sama semua tingkah positif yang dia lakuin. Gue… sebenernya gue… udah
jadian sama anak kelas sebelah” ucap Ika jujur dengan suara berbisik pada
kalimat terakhirnya.
“hah? Sama siapa? Kok lo ngga bilang sih?!”
“sstt.. diem aja. Lo kenal kok, dia terkenal juga disekolah kita”
Nadira berpikir sebentar dan teringat akan satu nama yang diyakininya benar
“jangan bilang kalo….”
“ehehe tuh lo tau. Pokoknya diem aja deh jangan sampe ada yang tau”
“hhh… ya udah bagus. Satu misi gue beres! Sekarang misi selanjutnya.
Semangat!” Nadira langsung pergi meninggalkan Ika sendirian.
“kok pergi?”
*
Nadira berlari-lari kecil menyusuri semua koridor sekolah. Semua tempat di
sekolah sudah dicari, namun orang yang dicari tidak ditemukan. Kembali dia ke
kelas orang itu dan bertanya kepada teman sekelasnya.
“sakit? Sakit apa?” tanya Nadira kepada teman sekelas orang itu dan
ternyata orang yang bersangkutan tidak hadir dikarenakan kabarnya sakit.
“ngga tau sih. coba lo kerumahnya aja” jawab orang yang ditanyai itu.
“lo tau rumahnya?”
“hmm.. bentar” orang itu masuk sebentar kedalam kelas lalu mengambil
secarik kertas dan pulpen. Dia sedang menuliskan sesuatu sepertinya.
“nih” ujar orang itu seraya memberi secarik kertas kepada Nadira yang bisa
diyakini itu adalah alamat orang yang dicari.
“ya udah. Thanks banget ya”
*
Sepulang sekolah Nadira langsung mengunjungi rumah orang itu. dia sengaja
sepulang sekolah langsung menuju rumah orang itu karena dia ingin semuanya
selesai sekarang juga. Dia tidak tega melihat sahabatnya yang semula periang
menjadi pemurung seperti sekarang. Ika yang dari tadi sibuk bertanya-tanya
kepada Nadira ada apa, tak dihiraukan oleh Nadira.
Kini Nadira sudah sampai didepan rumah yang dituju. Dengan segenap
keyakinan dia masuk melangkah ke pekarangan rumah yang luas itu.
TOK TOK
Nadira mengetuk pintu besar yang digunakan sebagai pintu masuk utama rumah
ini. terdengar dari dalam derap langkah seseorang yang tergopoh-gopoh
membukakan pintu.
“iya siapa?” tanya ibu-ibu yang baru saja keluar membukakan pintu Nadira.
“saya temen nya Bastian. Bastian nya ada Bi?” tanya Nadira kepada ibu-ibu
tua yang Nadira yakini pembantu rumah tangga dirumah itu.
“oh ya. Ada kok mbak, den Bastian lagi dikamarnya. Badannya tadi pagi panas
dingin trus ngigau nyebut-nyebut nama… Gab… Gab… Gaby. Nah iya mbak namanya
Gaby kalo ngga salah”
‘ngga salah lagi dugaan gue’ batin Nadira semakin yakin.
“trus gimana keadaan Bastian sekarang Bi?”
“ya gitu deh mbak dia tadi lagi tidur. Udah beberapa hari ini dia sering
melamun terus mbak, saya jadi ngga tega sama dia. Kayaknya dia lagi ada masalah
besar gitu”
‘bener kan’ batin Nadira.
“hm.. boleh saya jenguk Bastian Bi?”
“noleh mbak boleh. Mbak naik aja keatas trus liat pintu yang tulisannya
‘Bastian”
“ohgitu. Yaudah Bi saya liat Bastian dulu ya Bi. Makasih” lantas Nadira
mulai beranjak naik ke tangga dan mencari kamar Bastian. Tak sulit bagi Nadira
untuk mencari pintu yang bertuliskan ‘Bastian’. Nadira kini sudah berdiri
didepan pintu kamar Bastian. Diketuknya beberapa kali. Ternyata ada sahutan
dari dalam walaupun hanya deheman saja.
“Bas…” sapa Nadira ragu. Dilihatnya Bastian sedang duduk ditepi kasurnya
memandang jauh keluar jendela. Mendengar sapaan Nadira, Bastian berbalik badan.
Dia kaget melihat Nadira lah yang berada diambang pintu kini.
“lo.. lo Nadira kan? Sahabatnya Gaby?” tanya Bastian. Nadira mengangguk.
Lalu mulai mendekati Bastian.
“lo tau dari mana rumah gue?” tanya Bastian lagi.
“lo ngga perlu tau gue dapet alamat lo dari mana. Hm.. lo sakit apa?” tanya
Nadira berbasa-basi.
“sakit biasa aja kok demam biasa sama… sakit hati” jawab Bastian pelan.
“hhh… kayaknya gue harus ngomong langsung sama lo deh”
“maksud lo?”
“gue mau tanya, ada masalah apa antara lo dan Gaby?”
“k..kok… kok lo nanya gitu? Bukannya lo tau kalo selama ini gue emang
sering berantem sama dia?”
“kalo itu gue juga tau kali. Minggu kemaren gue liat kalian pulang bareng
pas hujan. Nah, semenjak itu Gaby jadi pemurung, pendiem, ngga kayak Gaby yang
dulu. Dan gue liat Gaby pun selalu ngehindar kalo tiap ketemu sama lo. jadi..
apa yang terjadi setelah lo nganterin Gaby pulang waktu itu?”
Bastian tampak ragu untuk menjawab yang sesungguhnya. Namun dia ingin
semuanya selesai. Lebih baik dia jujur kepada Nadira saat ini agar dia bisa
meminta solusi kepada Nadira berhubung Nadira sahabat Gaby.
“gue suka sama dia. Gue sayang sama dia. Gue cinta sama dia. Gue selama ini
suka Nad sama Gaby. Maka dari itu gue selalu cari masalah sama dia biar gue
dapet perhatian dari dia. Dan waktu gue nganterin Gaby pulang, gue jujur sama
dia tentang perasaan gue. disana jug ague tau kalo sahabat lo… Ika suka sama
gue. dan ngga tau kenapa tiba-tiba Gaby nyuruh gue buat pulang tinggalin dia
sendiri. Gue bingung Nad sama dia”
“hhh… ya jelas Gaby uring-uringan kayak gitu lah. Gue yakin Gaby itu juga
cinta Bas sama lo. tapi dia ngga mungkin nerima lo gitu aja. Gaby itu sahabat
yang baik buat gue sama Ika. maka dari itu Gaby ngga mau nyakitin hati Ika
dengan dia berpacaran sama lo”
“lo serius Gaby juga cinta sama gue?”
“menurut gue sih gitu. Soalnya semenjak lo anterin dia pulang, besoknya
sifat dia langsung berubah 180 derajat. Kalo dia ngga punya perasaan apa-apa
sama lo, ngga mungkin dia uring-uringan kayak gini sekarang”
“trus.. gue harus apa?”
“lo ngga harus ngelakuin apapun kok. Lo cukup siapin kata-kata buat nyatain
perasaan lo lagi ke Gaby dan cukup dateng besok ke taman sekolah. Biar gue sama
Ika yang ngatur semuanya”
“maksud lo? Ika? bukannya Ika… suka sama gue? masa iya dia mau nolongin gue
buat nyatain cinta ke Gaby? Ah ngga ah! Gue ngga mau nyakitin hati cewe lagi”
“Bastian.. Ika itu Cuma kagum sama lo. dia Cuma terobsesi sama lo. lagian
dia juga udah punya pacar kok. Biar gue nanti yang kasih tau ke Ika tentang
semua ini dan juga rencana besok. Lo tinggal beres aja. Okey?”
“hhh… gue percaya aja deh sama lo”
*
Sesuai janji, Bastian sudah berada di taman sekolah menunggu kedatangan
Gaby. Sesuai informasi dari Nadira tadi pagi, dia sudah menjelaskan semuanya
kepada Ika dan ternyata Ika sangat mendukung begitu tahu rencana ini.
Sejujurnya, Nadira juga memiliki perasaan kepada Bastian. Tetapi dia tahu,
orang yang dicintainya telah mencintai glain dan itu sahabatnya sendiri. Dia
tidak boleh egois. Dia tidak bisa memaksakan cinta begitu saja. Bisa saja dia
memaksa Bastian untuk menjadi kekasihnya. Namun dia tidak tega jika nantinya
hati pria itu tersiksa menjalani hubungan dengannya.
“Ika sama Nadira mana sih? kataya disini” Bastian dapat mendengar suara
gadis yang sangat dikenalnya. Yap, gadis itu adalah Gaby.
“Gab..” panggil Bastian.
“Bastian?” kaget Gaby. Dia baru saja ingin kabur dari Bastian, namun kali
ini pria itu tidak mau kehilangan kesempatan ini. dengan cekatan dia menahan
tangan gadis itu.
“please jangan hindarin gue kayak gini Gab. Gue ngga sanggup kalo harus
ngeliat lo ngejauh dari gue seakan-akan lo memendam benci yang terdalam sama
gue” lirih Bastian.
“apa? ngga sanggup? Trus kenapa waktu kita dulu sering berantem lo nya
sanggup-sanggup aja? Apa bedanya sih dulu sama sekarang? Anggap aja sekarang
kita musuhan kayak dulu lagi” jawab Gaby dengan nada sinisnya. Bastian yakin,
nada bicara seperti itu hanya bohong belaka Gaby saja.
“engga Gab gue ngga bisa. Gue cinta sama lo. gue pengen ngejagain lo selalu
disamping gue. gue ingin lo jadi milih gue Gab. Please kasih gue kesempatan?”
“lo ngomong apa sih? ngelindur lo?”
“Gab, please..” Bastian menatap tajam mata Gaby. Gaby dapat melihat mata
elang pria itu yang sangat terpancar keseriusannya.
“please Bas jangan bikin gue kayak gini. lo harus ngertiin gue. gue ngga
bisa karena gue….” Gaby sudah tidak sanggup melanjutkan kata-katanya. Air mata
mulai mengalir dikedua pipi nya. entah sejak kapan gadis ini menjadi gadis
penangis tapi hanya satu yang dia tahu. Semua ini hanya karena Bastian seorang.
“karena apa? lo ngga tega sama Ika? gue ngerti Gab kalo lo ngejaga perasaan
sahabat lo. tapi apa lo ngga bisa ngertiin perasaan gue? apa lo mau gue jadian
sama Ika tapi hati gue kesiksa? Raga gue boleh aja lagi sama dia, tapi jiwa
gue? engga Gab. Jiwa gue itu elo”
“engga Bas, please.. lepasin gue. bebasin gue buat ngelupain lo”
“ngga! Gue ngga mau kehilangan lo”
“Bastian bener Gab” ucap Ika dan Nadira tiba-tiba yang muncul bersama.
“Ika? Nadira? lo.. kalian…”
“terima Gab cintanya Bastian. Dia cowo yang baik. Dia tulus cinta sama lo.
masalah gue.. lo ngga usah pikirin. Gue udah relain lo sama Bastian kok dan
lagian… gue juga udah punya pacar hehe” lanjut Ika.
“Ka.. lo… lo serius?”
“iya. Apa lo tega ngeliat cowo yang lo cinta malah kesiksa kalo jadian sama
gue?” tanya Ika dengan nada yang menggoda.
“ih.. apa sih” elak Gaby dengan wajah malunya.
“kalo cinta jangan gengsi” goda Nadira.
“gimana Gab?” tanya Bastian.
“gimana apanya?” tanya Gaby pura-pura bingung.
“lo… terima cinta gue atau engga?”
“maunya?”
“menurut lo?” Bastian melangkah agar mendekat dengan Gaby. Tatapan mereka
tak lepas.
“lo maunya gimana?” Gaby juga mendekatkan badannya.
“gue mau lo terima cinta gue” semakin dekat. Kini wajah mereka pun juga
ikut mendekat. Nadira dan Ika yang melihat itu secara langsung sudah
menutup-nutup mata.
“ya udah”
“ya udah apa?” semakin dekat.
“gue terima cinta lo” mereka mendekatkan wajah mereka. perlahan mereka
memiringkan wajahnya dan mulai menutup mata. Nadira dan Ika ketakutan melihat
kejadian itu. langsung saja mereka berlari dan berteriak “AAAAAAAAA…..” sontak
Gaby dan Bastian tersentak membuka mata dan menjauhkan wajah masing-masing.
Mereka malu. Mereka tidak sadar ternyata masih ada Nadira dan Ika disana. Mereka
saling tatap sebentar lalu terkekeh kecil sambil malu-malu.
*
Cinta suatu rasa yang tidak bisa dibohongi.
Cinta tumbuh tak memandang waktu.
Cinta ibaratkan bom yang semakin lama semakin meledak.
Cinta semakin lama dipendam, semakin hati kita memberontak untuk
mengakuinya.
Tak ada manusia yang tak memiliki cinta.
Tak ada cinta, bagai sayur tanpa garam
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar