contoh puisi :
PADAMU JUA
habis kikis
segala cintaku hilang terbang
pulang kembali akan padamu
seperti dulu
kaulah kandil kemerlap
pelita jendela dimalam gelap
melambai pulang perlahan
sabar, setia selalu
satu kekasihku
aku manusia
rindu rasa
rindu rupa
dimana engkau
rupa tiada
suara sayup
hanya kata merangkai hati
engkau cemburu
engkau ganas
mangsa aku dalam cakarmu
bertungkar tangkap dengan lepas
nanar aku, gila sasar
sayang berulang padamu jua
engkau pelik menarik angin
serupa dara di balik tirai
kasihmu sunyi
menunggu seorang diri
lalu waktu bukan giliranku
matahari bukan kawanku..
Contoh Karya Sastra
Judul : Indraputra
Indraputera, putra Maharaja Bikrama Puspa
adalah seorang putera yang sangat arif bijaksana, lagi terlalu perkasa dan
saktinya. Tetapi nasibnya mula-mula tidak seberapa mujur. Semasa masih kecil,
ia telah diterbangkan oleh sekor merak emas. Ia jatuh di suatu taman dan
dipelihara oleh nenek kebayan. Sesudah beberapa lama ia diangkat menjadi anak
perdana menteri.
Tersebutlah perkataan Raja Syahsian tiada
mempunyai seorang anak. Pada suatu hari baginda pergi berburu dan melihat
seekor kijang menangisi ibunya yang telah dipanah mati. Baginda terharu dan
ingin berputera. Kemudian terdengar khabar bahwa di sebuah gunung yang jauh ada
tinggal seorang maharesi pertapa yang terlalu sakti, Berma Sakti namanya.
Barang siapa ingin beranak boleh meminta obat daripadanya. Akan tetapi, karena
tempat gunung terlalu jauh dan harus melewati hutan rimba yang penuh dengan
binatang buas, tiada seorang pun yang sanggup pergi ke gunung itu. Indraputera
menawarkan diri untuk pergi ke gunung itu.
Maka pergilah Indraputera mencari obat itu.
Bermacam-macam pengalaman dialami. Ia pernah bertemu dengan tengkorak yang
dapat berkata-kata, membunuh raksasa dan bota yang makan manusia. Ia juga
pernah mengunjungi negeri jin Islam, negeri yang penghuninya kera belaka dan
kalau siang hari menjadi manusia. Ia bersahabat dengan anak raja-raja yang
berasal dari golongan manusia dan jin. Berbagai hikmat diperolehnya; ada hikmat
yang dapat menciptakan negeri langkap dengan segalanya, menciptakan angin
ribut, menghidupkan orang yang telah mati. Akhirnya sampai ia di gunung tempat
pertapaan Berma Sakti. Berma Sakti memberikan obat kepada Indraputera; di
samping itu Indraputera juga diajar berbagai hikmat. Berkata Berma Sakti kepada
Indraputera,” Hai anakku, pejamkan matamu dan
citalah barang yang engkau kehendaki niscaya sampailah ke tempat itu”.
Indraputera memejamkan matanya. ketika dibuka matanya, ia sudah ada kembali di
kebun nenek kebayan di negerinya.
Raja Syahsian dan perdana menteri sangat
gembita. Setelah memakan obat yang dibawa Indraputera, yaitu sekuntum bunga
tunjung, permaisuri hamillah dan melahirkan seorang anakyang elok parasnya yang
dinamakan Tuan Puteri Indra Seri Bulan. Pada suatu ketika Indraputera dituduh
berbuat jahat dengan dayang-dayang istana dan akhirnya Indraputera dibuang di
sebuah negeri yang kotanya terbuat dari batu hitam. Raja negeri ini sangat
memuliakan Indraputera dan memberikan hadiah sehelai kain yang dapat
menyembuhkan segala macam penyakit kepada Indraputera.
Tuan Puteri Indra Seri Bulan pun besarlah.
Ramai anak raja yang datang meminang tuan puteri. Tidak lama kemudian, tuan
puteri pun sakit dan semua tabib istana tidak dapat menyembuhkan. Maka gong pun
dipalu,” Barang siapa dapat mengobati tuan puteri, jika hina sekalipun
bangsanya akan diangkat menjadi menantu raja.” Indraputera muncul dan
menyembuhkan tuan putri. setelah dengan berbagai masalah yang menerjang
akhirnya Indraputera dapat meminang Tuan Puteri Indra Seri Bulan.
Dongeng
Pogi yang Malang
Pogi adalah pemuda yang malas. Kerjanya hanya
makan, tidur, dan bermain-main. Ayah dan ibunya tidak melarang sebab mereka
adalah keluarga kaya. Apa saja kemauan Pogi selalu dituruti.
Suatu pagi, Pogi pergi bermain ke hutan. Di
tengah perjalanan ia bertemu dengan seorang pengembara yang membawa lima karung
yang berat.
”Hai, pemuda ! Maukah kau menolongku membawa
karung ini ke kota ? ”tanya pengembara
itu.
Pogi pura-pura tidak mendengar. Ia tetap
berjalan perlahan sambil mengamati tumbuhan.
”Nak, aku akan memberimu salah satu dari
kantong ini. Silahkan pilih!”
Pogi masih pura-pura tidak mendengar. Huh!
Tadi minta tolong sekarang malah mau memberi karung. Paling-paling isinya Cuma
sampah, bati Pogi.
” Anak muda, karungku yang bertali merah ini
berisi ramuan obat segala penyakit, sedangkan yang bertali biru berisi bibit
padi segala musim. Atau kamu mau karung dengan tali berwarna putih? Ini berisi
kain sutera pilihan, yang bertali hijau berisi aneka macam penyedap masakan,
dan yang berwarna kuning berisi emas permata. Nah, pilihlah salah satu!”
”Ah, baiklah.”kata Pogi semangat. ”Aku
pilihyang berwarna kuning aja.”
”Apakah kamu yakin karung ini membawa
keberuntungn bagimu?”
”Sangat yakin. Sudahlah, cepat berikan. Aku
tidak sabar membawanya pulang .”omel Pogi .
Pengembara itu menyerahkan karung yng bertali
kuning. Pogi langsung membawa karung itu pergi tanpa berterima kasih. Setelah
agak jauh, dibukanya karung itu. Ah, betapa gembiranyaPogi saat melihat banyak
emas di dalamnya. Pogi lalu melanjutkan perjalanan pulang.
Tiba-tiba...
”Pokoknya kalau bertemu orang kaya, kita
rampok saja.” kata salah satu orang.
Pogi yang mendengar suara itu, cepat-cepat
bersembunyi. Setelah kedua orang itu berlalu, Pogi segera keluar dari
persembunyiannya. Ia meneruskan dengan tergesa-gesa dan takut. Sampailah Pogi
di tepi sungai. Di tempat penyeberangan itu tampak sepi. Hanya ada tiga penarik
perahu.
”Sepi sekali hari ini.”ujar yang bertubuh
paling kecil.
”Benar tidak seperti bisanya.” jawab yang
berambut keriting.
”Bagaimana kalau kita rampok saja orang yang
menyeberang dengan perahu kita ini ?” tanya yang bertubuh kekar.
Ketiga penarik perahu tertawa terbahak-bahak.
Mendengar hal itu Pogi semakin ketakutan. Diambilnya jalan pintas. Pogi
berenang menuju ke seberang sungai. Sesampainya di tengah sungai, seekor buaya
menuju ke arahnya.
Tanpa ragu-ragu, Pogi memukul moncong buaya
itu dengan karung yang dipanggulnya. Buaya itu malah membuka moncongnya. Pogi
tak banyak berpikir. Dilemparnya karung berisi emas itu ke arah buaya. Lemparan
tepat sekali. Buaya itu kesulitan mengunyah karung. Pogi merasa musuhnya
lengah. Ia berenang ke tepian secepatnya.
Sejak kejadian itu, Pogi menjadi sadar.,
ternyata emas tidak mendatangkan keberuntungan baginya. Justru mendatangkan
bahaya. Sejak itu Pogi menjadi rajin dan bijaksana.
Contoh cerita
Cindy yang baik hati
Cindy seoarang gadis remaja yang cantik yang
selalu tidak mau kalah dengan orang lain. Dia selalu saja berusaha untuk
memperbaiki penampilannya menjadi lebih baik sehingga tidak ada yang bisa
menyeimbangi kecantikannya tersebut. Dia juga suka sirik bila ada orang lain
yang lebih baik dari padanya
Pada suatu hari cindy sedang duduk di kursi
sebuah taman untuk menghirup udara segar. Di sampingnya terdapat 2 gadis remaja
yang sedang berbicara serius dengan temannya.
Kata 2 remaja tersebut kepada temannya “hey,
kau tau kata penduduk desa ini di gunung di dalam goa sebelah sana terdapat
buah cerry yang bisa menyembuhkan segala
macam penyakit,luka dan bisa membuat wanita menjadi lebih cantik dan membuat
pria menjadi lebih tampan lagi”. “oh benarkah itu?”.kata temannya yang satu
lagi. “iya benar. banyak orang yang sudah berusaha untuk masuk dan mengambil
buah cerry tersebut tatapi tak ada yang berhasil menemukan buah cerry itu”.
Kata mereka
Setelah mendengar percakapan 2 gadis remaja
itu,cindy pun berniat untuk mengambil buah cerry itu. “aku harus dapatkan buah
cerry itu agar aku menjadi wanita yang paling cantik di desa ini”
Keesokan harinya cindy bergegas untuk pergi ke
gunung dan mengambil buah cerry itu.
Didalam perjalannya dia bertemu sorang kakek dengan kaki yang penuh
dengan luka. “kakek ingin pergi kemana?”tanya cindy kepada kakek tua itu. “saya
ingin pergi ke goa di atas gunung itu mengambil buah cerry untuk menyembuhkan
kaki ku ini”. Mendengar kata kakek itu cindy pun langsung mempercepat langkah
kakinya agar dia sampai lebih dulu ke goa di atas gunung.
Di petengahan jalannya menuju goa itu cindy
pun bertemu lagi dengan sorang ibu yang tubuhnya di penuhi dengan kudis. Tanya
cindy kepada ibu malang tersebut “ibu ingin pergi kemana?” lalu kata ibu itu
“aku ingin pergi kedalam goa untuk mengambil buah cery dan menyembuhkan semua
luka yang ada di tubuhku ini” .Lalu cindy pun langsung lekas pergi dan langsung
mempercepat langkahnya agar dia sampai lebih dulu ke goa itu untuk mengambil
buah cerry.
Lalu sebelum sampai nya dia kedalam goa itu,cindy
bertemu lagi dengan seorang anak kecil yang wajahnya di penuhi dengan luka
bakar. “apakah kau ingin masuk kedalam goa itu dan ingin mengmbil buah cerry
yang ada didalamnya” tanya cindy. “ya aku ingin mengambil buah cerry yang ada
di dalam goa itu untuk menyebuhkan luka bakar yang ada di wajahku”. Lalu cindy
langsung berlari agar dia lebih cepat masuk ke dalam goa itu.
Sesampainya ia didalam goa dia langsung
mencari buah cerry itu. “dimana buah cerry itu”tanya cindy dalam hati. Cindy menelusuri
setiap tempat yang ada di dalam goa itu dan pada akhirnya dia pun menemukan
buah cerry itu tergantung di sebuah pohon di dalam goa tersebut. “hah ini dia
buah cerry itu,ada 3 buah cerry di pohon ini aku ambil saja ketiganya dan
langsung ku bawa pulang agar segera ku makan”. Dengan gembira cindy langsung
membawa buah cerry itu.
Saat dia keluar dari goa itu dia bertemu lagi
dengan anak kecil yang wajahnya di penuhi luka bakar,cindy melihat anak itu
kasihan sekali dari raut wajahnya cindy melihat anak itu sedang kesakitan
menahan perih di wajahnya. Lalu cindy langsung berbaik hati untuk memberikan
satu buah cerry miliknya agar luka bakar anak itubisa sembuh.
Lalu dia melanjutkan perjalanannya untuk
pulang kerumah. Di pertengahan jalan dia bertemu lagi dengan seorang ibu yang
penuh dengan kudis ditubuhnya sedang beristirahat di sebuah batu besar. Lalu
cindy menghampiri ibu itu dan bertanya “ibu kenapa?”. “saya merasa lelah sekali
kudis kudis ku ini pun jadi terasa lebih gatal,lalu ku garuk hingga berdarah
seperti ini”kata ibu itu. Lalu dengan berbesar hati cindy pun langsung
memberikan satu buah cerry miliknya kepada ibu itu,agar ibu itu tidak lagi
merasa kesakitan.
Lalu cindy langsung melanjutkan perjalanannya.
Didalam perjalanannya cindy mendengar suara minta tolong. Cindy pun langsung
bergegas menghampiri arah suara tersebut. Ternyata seorang kakek tua itu lagi
denga kaki yang penuh luka tetapi kakinya ini mengeluarkan banyak sekali darah
dari lukanya itu. “kenapa luka kakek menjadi berdarah seperti ini?”tanya cindy.
“saat perjalanan kaki ku terbeset dengan ranting ranting,aku merasa aku tidak
kuat lagi untuk berjalan makannya aku berteriak untuk meminta bantuan untuk
menolong ku berjalan kearah goa itu untuk mengambil buah cerry sehingga aku
bisa menyembuhkan kaki ku ini” jelas kakek itu. Cindy pun bingung apa yang
harus dia perbuat dia inigin sekali memberikan buah cerry miliknya, tetapi buah
cerrynya itu hanya tersisa satu,kalau dia memberikan buah cerrynya kepada kakek
itu dia tidak akan mendapat bagian dan tidak bisa membuat dirinya menjdi lebih
cantik. tetapi dia berpikir kalau kakek kakek ini lebih membutuhkan buah cerry
ini dari pada dirinya. Dengan berbesar hati dia pun langsung memberikan buah
cerry miliknya kepada kakek tua itu agar
bisa menyembuhkan luka yang ada di kaki kakek tua itu.
Setelah dari kejadian itu cindy pun sadar
kalau dia harus iklas memberikan sesuatu kepada orang yang lebih membutuhkan
dari pada dirinya. Dari kejadian itu dia pun mempelajari kalau di luar sana ternayata
masih banyak orang yang tidak lebih beruntung dari pada dirinya yang tidak
terlihat lebih baik dari pada dirinya
,sedangkan dirinya disini hanya ingin terus memperbaiki dirinya yang sudah
terlihat baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar