Rabu, 25 Maret 2015

Puisi dan cerita

contoh puisi :

PADAMU JUA

habis kikis
segala cintaku hilang terbang
pulang kembali akan padamu
seperti dulu

kaulah kandil kemerlap
pelita jendela dimalam gelap
melambai pulang perlahan
sabar, setia selalu

satu kekasihku
aku manusia
rindu rasa
rindu rupa
dimana engkau
rupa tiada
suara sayup
hanya kata merangkai hati

engkau cemburu
engkau ganas

mangsa aku dalam cakarmu
bertungkar tangkap dengan lepas

nanar aku, gila sasar
sayang berulang padamu jua
engkau pelik menarik angin
serupa dara di balik tirai

kasihmu sunyi
menunggu seorang diri
lalu waktu bukan giliranku
matahari bukan kawanku..




Contoh Karya Sastra

                                               Judul : Indraputra

Indraputera, putra Maharaja Bikrama Puspa adalah seorang putera yang sangat arif bijaksana, lagi terlalu perkasa dan saktinya. Tetapi nasibnya mula-mula tidak seberapa mujur. Semasa masih kecil, ia telah diterbangkan oleh sekor merak emas. Ia jatuh di suatu taman dan dipelihara oleh nenek kebayan. Sesudah beberapa lama ia diangkat menjadi anak perdana menteri.
Tersebutlah perkataan Raja Syahsian tiada mempunyai seorang anak. Pada suatu hari baginda pergi berburu dan melihat seekor kijang menangisi ibunya yang telah dipanah mati. Baginda terharu dan ingin berputera. Kemudian terdengar khabar bahwa di sebuah gunung yang jauh ada tinggal seorang maharesi pertapa yang terlalu sakti, Berma Sakti namanya. Barang siapa ingin beranak boleh meminta obat daripadanya. Akan tetapi, karena tempat gunung terlalu jauh dan harus melewati hutan rimba yang penuh dengan binatang buas, tiada seorang pun yang sanggup pergi ke gunung itu. Indraputera menawarkan diri untuk pergi ke gunung itu.
Maka pergilah Indraputera mencari obat itu. Bermacam-macam pengalaman dialami. Ia pernah bertemu dengan tengkorak yang dapat berkata-kata, membunuh raksasa dan bota yang makan manusia. Ia juga pernah mengunjungi negeri jin Islam, negeri yang penghuninya kera belaka dan kalau siang hari menjadi manusia. Ia bersahabat dengan anak raja-raja yang berasal dari golongan manusia dan jin. Berbagai hikmat diperolehnya; ada hikmat yang dapat menciptakan negeri langkap dengan segalanya, menciptakan angin ribut, menghidupkan orang yang telah mati. Akhirnya sampai ia di gunung tempat pertapaan Berma Sakti. Berma Sakti memberikan obat kepada Indraputera; di samping itu Indraputera juga diajar berbagai hikmat. Berkata Berma Sakti kepada
Indraputera,” Hai anakku, pejamkan matamu dan citalah barang yang engkau kehendaki niscaya sampailah ke tempat itu”. Indraputera memejamkan matanya. ketika dibuka matanya, ia sudah ada kembali di kebun nenek kebayan di negerinya.
Raja Syahsian dan perdana menteri sangat gembita. Setelah memakan obat yang dibawa Indraputera, yaitu sekuntum bunga tunjung, permaisuri hamillah dan melahirkan seorang anakyang elok parasnya yang dinamakan Tuan Puteri Indra Seri Bulan. Pada suatu ketika Indraputera dituduh berbuat jahat dengan dayang-dayang istana dan akhirnya Indraputera dibuang di sebuah negeri yang kotanya terbuat dari batu hitam. Raja negeri ini sangat memuliakan Indraputera dan memberikan hadiah sehelai kain yang dapat menyembuhkan segala macam penyakit kepada Indraputera.
Tuan Puteri Indra Seri Bulan pun besarlah. Ramai anak raja yang datang meminang tuan puteri. Tidak lama kemudian, tuan puteri pun sakit dan semua tabib istana tidak dapat menyembuhkan. Maka gong pun dipalu,” Barang siapa dapat mengobati tuan puteri, jika hina sekalipun bangsanya akan diangkat menjadi menantu raja.” Indraputera muncul dan menyembuhkan tuan putri. setelah dengan berbagai masalah yang menerjang akhirnya Indraputera dapat meminang Tuan Puteri Indra Seri Bulan.

Dongeng
Pogi yang Malang

Pogi adalah pemuda yang malas. Kerjanya hanya makan, tidur, dan bermain-main. Ayah dan ibunya tidak melarang sebab mereka adalah keluarga kaya. Apa saja kemauan Pogi selalu dituruti.
Suatu pagi, Pogi pergi bermain ke hutan. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seorang pengembara yang membawa lima karung yang berat.
”Hai, pemuda ! Maukah kau menolongku membawa karung ini ke kota ? ”tanya  pengembara itu.
Pogi pura-pura tidak mendengar. Ia tetap berjalan perlahan sambil mengamati tumbuhan.
”Nak, aku akan memberimu salah satu dari kantong ini. Silahkan pilih!”
Pogi masih pura-pura tidak mendengar. Huh! Tadi minta tolong sekarang malah mau memberi karung. Paling-paling isinya Cuma sampah, bati Pogi.
” Anak muda, karungku yang bertali merah ini berisi ramuan obat segala penyakit, sedangkan yang bertali biru berisi bibit padi segala musim. Atau kamu mau karung dengan tali berwarna putih? Ini berisi kain sutera pilihan, yang bertali hijau berisi aneka macam penyedap masakan, dan yang berwarna kuning berisi emas permata. Nah, pilihlah salah satu!”
”Ah, baiklah.”kata Pogi semangat. ”Aku pilihyang berwarna kuning aja.”
”Apakah kamu yakin karung ini membawa keberuntungn bagimu?”
”Sangat yakin. Sudahlah, cepat berikan. Aku tidak sabar membawanya pulang .”omel Pogi .
Pengembara itu menyerahkan karung yng bertali kuning. Pogi langsung membawa karung itu pergi tanpa berterima kasih. Setelah agak jauh, dibukanya karung itu. Ah, betapa gembiranyaPogi saat melihat banyak emas di dalamnya. Pogi lalu melanjutkan perjalanan pulang.
Tiba-tiba...
”Pokoknya kalau bertemu orang kaya, kita rampok saja.” kata salah satu orang.
Pogi yang mendengar suara itu, cepat-cepat bersembunyi. Setelah kedua orang itu berlalu, Pogi segera keluar dari persembunyiannya. Ia meneruskan dengan tergesa-gesa dan takut. Sampailah Pogi di tepi sungai. Di tempat penyeberangan itu tampak sepi. Hanya ada tiga penarik perahu.
”Sepi sekali hari ini.”ujar yang bertubuh paling kecil.
”Benar tidak seperti bisanya.” jawab yang berambut keriting.
”Bagaimana kalau kita rampok saja orang yang menyeberang dengan perahu kita ini ?” tanya yang bertubuh kekar.
Ketiga penarik perahu tertawa terbahak-bahak. Mendengar hal itu Pogi semakin ketakutan. Diambilnya jalan pintas. Pogi berenang menuju ke seberang sungai. Sesampainya di tengah sungai, seekor buaya menuju ke arahnya.
Tanpa ragu-ragu, Pogi memukul moncong buaya itu dengan karung yang dipanggulnya. Buaya itu malah membuka moncongnya. Pogi tak banyak berpikir. Dilemparnya karung berisi emas itu ke arah buaya. Lemparan tepat sekali. Buaya itu kesulitan mengunyah karung. Pogi merasa musuhnya lengah. Ia berenang ke tepian secepatnya.
Sejak kejadian itu, Pogi menjadi sadar., ternyata emas tidak mendatangkan keberuntungan baginya. Justru mendatangkan bahaya. Sejak itu Pogi menjadi rajin dan bijaksana.





















Contoh cerita
Cindy yang baik hati

Cindy seoarang gadis remaja yang cantik yang selalu tidak mau kalah dengan orang lain. Dia selalu saja berusaha untuk memperbaiki penampilannya menjadi lebih baik sehingga tidak ada yang bisa menyeimbangi kecantikannya tersebut. Dia juga suka sirik bila ada orang lain yang lebih baik dari padanya
Pada suatu hari cindy sedang duduk di kursi sebuah taman untuk menghirup udara segar. Di sampingnya terdapat 2 gadis remaja yang sedang berbicara serius dengan temannya.
Kata 2 remaja tersebut kepada temannya “hey, kau tau kata penduduk desa ini di gunung di dalam goa sebelah sana terdapat buah cerry yang  bisa menyembuhkan segala macam penyakit,luka dan bisa membuat wanita menjadi lebih cantik dan membuat pria menjadi lebih tampan lagi”. “oh benarkah itu?”.kata temannya yang satu lagi. “iya benar. banyak orang yang sudah berusaha untuk masuk dan mengambil buah cerry tersebut tatapi tak ada yang berhasil menemukan buah cerry itu”. Kata mereka
Setelah mendengar percakapan 2 gadis remaja itu,cindy pun berniat untuk mengambil buah cerry itu. “aku harus dapatkan buah cerry itu agar aku menjadi wanita yang paling cantik di desa ini”
Keesokan harinya cindy bergegas untuk pergi ke gunung dan mengambil buah cerry itu.  Didalam perjalannya dia bertemu sorang kakek dengan kaki yang penuh dengan luka. “kakek ingin pergi kemana?”tanya cindy kepada kakek tua itu. “saya ingin pergi ke goa di atas gunung itu mengambil buah cerry untuk menyembuhkan kaki ku ini”. Mendengar kata kakek itu cindy pun langsung mempercepat langkah kakinya agar dia sampai lebih dulu ke goa di atas gunung.
Di petengahan jalannya menuju goa itu cindy pun bertemu lagi dengan sorang ibu yang tubuhnya di penuhi dengan kudis. Tanya cindy kepada ibu malang tersebut “ibu ingin pergi kemana?” lalu kata ibu itu “aku ingin pergi kedalam goa untuk mengambil buah cery dan menyembuhkan semua luka yang ada di tubuhku ini” .Lalu cindy pun langsung lekas pergi dan langsung mempercepat langkahnya agar dia sampai lebih dulu ke goa itu untuk mengambil buah cerry.
Lalu sebelum sampai nya dia kedalam goa itu,cindy bertemu lagi dengan seorang anak kecil yang wajahnya di penuhi dengan luka bakar. “apakah kau ingin masuk kedalam goa itu dan ingin mengmbil buah cerry yang ada didalamnya” tanya cindy. “ya aku ingin mengambil buah cerry yang ada di dalam goa itu untuk menyebuhkan luka bakar yang ada di wajahku”. Lalu cindy langsung berlari agar dia lebih cepat masuk ke dalam goa itu.
Sesampainya ia didalam goa dia langsung mencari buah cerry itu. “dimana buah cerry itu”tanya cindy dalam hati. Cindy menelusuri setiap tempat yang ada di dalam goa itu dan pada akhirnya dia pun menemukan buah cerry itu tergantung di sebuah pohon di dalam goa tersebut. “hah ini dia buah cerry itu,ada 3 buah cerry di pohon ini aku ambil saja ketiganya dan langsung ku bawa pulang agar segera ku makan”. Dengan gembira cindy langsung membawa buah cerry itu.
Saat dia keluar dari goa itu dia bertemu lagi dengan anak kecil yang wajahnya di penuhi luka bakar,cindy melihat anak itu kasihan sekali dari raut wajahnya cindy melihat anak itu sedang kesakitan menahan perih di wajahnya. Lalu cindy langsung berbaik hati untuk memberikan satu buah cerry miliknya agar luka bakar anak itubisa sembuh.
Lalu dia melanjutkan perjalanannya untuk pulang kerumah. Di pertengahan jalan dia bertemu lagi dengan seorang ibu yang penuh dengan kudis ditubuhnya sedang beristirahat di sebuah batu besar. Lalu cindy menghampiri ibu itu dan bertanya “ibu kenapa?”. “saya merasa lelah sekali kudis kudis ku ini pun jadi terasa lebih gatal,lalu ku garuk hingga berdarah seperti ini”kata ibu itu. Lalu dengan berbesar hati cindy pun langsung memberikan satu buah cerry miliknya kepada ibu itu,agar ibu itu tidak lagi merasa kesakitan.
Lalu cindy langsung melanjutkan perjalanannya. Didalam perjalanannya cindy mendengar suara minta tolong. Cindy pun langsung bergegas menghampiri arah suara tersebut. Ternyata seorang kakek tua itu lagi denga kaki yang penuh luka tetapi kakinya ini mengeluarkan banyak sekali darah dari lukanya itu. “kenapa luka kakek menjadi berdarah seperti ini?”tanya cindy. “saat perjalanan kaki ku terbeset dengan ranting ranting,aku merasa aku tidak kuat lagi untuk berjalan makannya aku berteriak untuk meminta bantuan untuk menolong ku berjalan kearah goa itu untuk mengambil buah cerry sehingga aku bisa menyembuhkan kaki ku ini” jelas kakek itu. Cindy pun bingung apa yang harus dia perbuat dia inigin sekali memberikan buah cerry miliknya, tetapi buah cerrynya itu hanya tersisa satu,kalau dia memberikan buah cerrynya kepada kakek itu dia tidak akan mendapat bagian dan tidak bisa membuat dirinya menjdi lebih cantik. tetapi dia berpikir kalau kakek kakek ini lebih membutuhkan buah cerry ini dari pada dirinya. Dengan berbesar hati dia pun langsung memberikan buah cerry miliknya  kepada kakek tua itu agar bisa menyembuhkan luka yang ada di kaki kakek tua itu.

Setelah dari kejadian itu cindy pun sadar kalau dia harus iklas memberikan sesuatu kepada orang yang lebih membutuhkan dari pada dirinya. Dari kejadian itu dia pun mempelajari kalau di luar sana ternayata masih banyak orang yang tidak lebih beruntung dari pada dirinya yang tidak terlihat lebih baik dari  pada dirinya ,sedangkan dirinya disini hanya ingin terus memperbaiki dirinya yang sudah terlihat baik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar