A ) Pengertian
Organisasi yang diutarakan oleh beberapa ahli:
- Menurut Drs. Malayu S.P Hasibuan: organisasi ialah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja.
- Menurut Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro: organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
- Menurut James D Mooney: Organization is the form of every human, association for the assignment of common purpose atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu tujuan bersama.
- Menurut Chester L Bernard: Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, yang sama-sama memiliki visi dan misi yang sama.
- Menurut Paul Preston & Thomas Zimmerer: Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
- Menurut Stoner: organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
- Menurut James D. Mooney: organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
- Menurut Chester I. Bernard: organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
- Menurut Stephen P. Robbins: Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
- Menurut Prof Dr. Sondang P. Siagian: organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seorang/sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.
B ) Ciri-Ciri Perencanaan yang Baik
a. Simpel, sederhana dan mudah
dimengerti.
b. Fleksibel. Rencana yang
baik haruslah dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang selalu berubah-ubah.
c. Stabil yaitu tidak
perlu selalu mengalami perombakan dan perubahan.
d. Faktual. Dibuat berdasarkan
fakta-fakta yang ada dan diselaraskan pula dengan kejadian-kejadian yang akan
timbul dalam tindakan pelaksanaannya.
e. Rasional yaitu dibuat atas
dasar pemikiran yang sehat, ilmiah dan dapat
dipertanggung-jawabkan.
f. Kontinyu yakni
dipersiapkan untuk tanda-tanda yang terus-menerus dan berkelanjutan.
g. Dinamis. Salah saru ciri
perencanaan yang baik, apabila sifatnya dinamis. Perencanaan dibuat dan
dipersiapkan untuk memikirkan peningkatan perbaikan dan pembaharuan dalam
mencapai kemajuan dan kesempurnaan pada masa yang akan datang.
h. Praktis dan pragmatis
artinya planning mampu dilakukan dan dicapai serta dapat mendukung
program organisasi.
i. Akurat
artinya di buat secara terperinci dan mendetail dan dirumuskan segala aspek
organisasi, tata kerja, metode kerja, penggunaan tenaga kerja, pembiayaan,
jadwal waktu, target hasil dari sistem pengawasan.
j. Sistematik
artinya suatu perencanaan itu dipandang baik apakah susunannya teratur baik.
JENIS-JENIS PERENCANAAN
Ada beberapa macam perencanaan
yang ditinjau dari beberapa segi,yaitu:
a) Jenis perencanaan menurut prosesnya :
(1) Policy Planning, suatu
rencana yang memuat kebiajkankebijakansaja, tentang garis besar atau pokok dan
bersifatumum. Mengenai apa dan bagaimana melaksanakan kebijakanitu tidak
dirumuskan. Contohnya ada pada GBHN.
(2) Program Planning,
merupakan perincian dan penjelasandaripada policy planning. Dalam perencanaan
ini biasanyamemuat, hal-hal berikut:(a) Ikhtisar tugas-tugas yang harus
dikerjakan(b) Sumber-sumber dan bahan-bahan yang dapat digunakan(c) Biaya,
personalia, situasi dan kondisi pekerjaan(d) Prosedur kerja
yang harus dipatuhi(e) Struktur organisasi yang harus dipenuhi
yang harus dipatuhi(e) Struktur organisasi yang harus dipenuhi
(3) Operational Planning
(perencanaan kerja), yakni suatuperencanaan yang memuat hal- hal yang bersifat
teknis seperticara-cara pelaksanaan tugas agar berhasil mencapai tujuanyang
lebih tinggi. Hal-hal yang seringkali dimuat dalamperencanaan ini adalah:
Analisa daripada program perencanaan(a) Penetapan prosedur kerja(b)
Metode-metode kerja(c) Tenaga-tenaga pelaksana(d) Waktu, dan sebagainya
b) Jenis perencanaan menurut jangka waktunya :
(1) Long Range Planning, yaitu
perencanaan jangka panjang yangdalam pelaksanaannya membutuhkan waktu lebih
dari tigatahun
(2) Intermediate Planning,
yaitu perencanaan jangka menengahyang waktu pelaksanaanya membutuhkan waktu
antara 1hingga tiga tahun
(3) Short Range Planning,
yaitu perencanaan jangka pendek yangpelaksanaannya membutuhkan waktu kurang
dari 1 tahun
c) Jenis perencanaan menurut wilayah pelaksanaannya :
(1) National Planning, yakni
rencana yang diperuntukkan bagiseluruh wilayah Negara
(2) Regional Planning, yakni
rencana untuk suatu daerah
(3) Local Planning, yakni
rencana untuk suatu daerah yang sangatterbatas.
d) Jenis perencanaan menurut penggunaannya :
(1) Single Use Planning, yaitu
suatu perencanaan hanya untuksekali pakai saja. Dalam artian jika rencana
tersebut telahtercapai, maka tidak akan digunakan lagi
(2) Repeats Planning, yaitu
perencanaan yang dipakai secaraberulang-ulang, walaupun sudah dilaksanakan
berkali-kali
e) Jenis perencanaan dilihat dari segi luasnya usaha kegiatan :
(1) General Planning, suatu
rencana yang dibuat secara garis besardan menyeluruh untuk kegiatan kerja sama
yang lebih luas.Misalnya rencana Kepala Bidang Kanwil untuk satu tahunpelajaran
(2) Special (Concentrated)
Planning, suatu rencana mengenaikeegiatan khusus, misalnya perencanaan yang
dilakukan olehkepala sekolah untuk mengatasi kesulitan belajar dikela IPA
Perencanaan telah diterapkan pada semua jenis kegiatan dan sesungguhnya terdapat berbagai jenis perencanaan. Beberapa rencana meliputi: kegiatan yang sangat luas, sedangkan ada juga yang meliputi kegiatan terbatas saja, ada yang semata-mata meliputi pertimbangan operasional, sedangkan yang lain menitikberatkan pada pelaksanaan, biaya,kualitas atau unsur-unsur penting lainnya.
Menurut G.R.
Terry bahwa jenis rencana dapat di klasifikasikan menjadi:
a. Rencana Pengembangan
b. Rencana Pemakai
c. Rencana Anggota-Anggota Manajemen
Klasifikasi dari rencana-rencana tersebut adalah sesuai dengan waktu yang di liput oleh rencana-rencana yang bersangkutan. Dengan demikian terdapat rencana-rencana dilihat dari segi waktu jangka panjang (meliputi waktu lima tahun atau lebih) dan rencana jangka pendek (meliputi waktu dua tahun atau kurang). Rencana-rencana yang meliputi waktu tiga hingga limatahun kadang-kadang dianggap berjangka pendek atau juga dianggap jangka panjang, tergantung dari organisasi yang bersangkutan, ada juga menyatakan rencana-rencana seperti adalah berjangka sedang, tetapi tidak begitu umum disebut demikian. G.R. Terry lebih condong memakai periode waktu membenarkan pengeluaran-pengeluaran seperti ditetapkan di dalam rencana yang bersangkutan.Artinya, mereka menginginkan agar rencana mencakup waktu yang diperlukan untuk menutup komitmen pengeluaran mereka. Hal tersebut sering dinyatakan sebagai Recovery Cost. Menerima konsepsi komitmen tersebut berarti bahwa yang direncanakan itu selalu berbeda,tergantung dari hal-hal tersebut di atas dan keyakinan dari para top manajer. Jenis-jenis rencana lainnya ialah rencana orientasi dan rencana operasional.Rencana-rencana tersebut dapat berupa rencana jangka pendekdan rencana jangka panjang.Rencana orientasi berusaha untuk memperjelas sasaran-sasaran perusahaan yang masih aktuil, kegiatannya, kemampuan, personil dan hubungannya dengan para langganan. Dengan latar belakang rencana rencana seperti itu, dapat dibuat proyeksi tentang hal-hal yang diharapkan akan terjadi. Sebaliknya, rencana-rencana tersebut dapat memberi evaluasi kepada para manajer tentang situasi, rencana. Rencana-rencana operasional meliputi kegiatan-kegiatan yang segera akan dilaksanakan. Ia dapat menjawab siapa yang akan melaksanakan apa mengaktifkan sumber-sumber fisik. yakni fasilitas, bahan dan personil,
merupakan hal-hal yang dicakup
oleh rencana tersebut.
E ) Macam- Macam Bentuk Bagan Dalam Struktur
Organisasi
Dalam suatu
Organisasi pasti lah ada juga sebuh Stuktur nya jika dalam organisasi tidak ada
strukturnya maka suatu perusahaan itu pasti akan bobrok dan hancur dalam
penyusunan jabatannya masing-masing dan berikut adalah contoh dari gambar Bagan
yang biasa perusahaan-perusahaan pakai pada umumnya yaitu:
A. Bagan
Horizontal
mengapa
bagan tersebut di katakan horizontal karena pada bagan tersebut jika semakin
banyak jabatan-jabatan yang di buat dalam perusahaan tersebut maka bagan ini
akan semakin luas menyamping
B. Bagan Vertikal
Bagan vertikal adalah kebalikan dari bagan Horizontal. Bagan Vertikal pada umumnya bagan ini jika dalam perusahaan banyak sekali jabatan atau kepala-kepala bagian dari masing-masing divisi maka bagan ini akan semakin panjang ke bawah.
C. Bagan Lingkaran
Kenapa bagan
ini berbentuk lingkaran karna mungkin dalam suatu perusahaan memang sangat
memiliki perbedaan tersendiri dalam menyusun bagian-bagian dari perusahaan itu
tersebut oleh karena itu banyak sekali model bagan yang terbentuk. pada model
bagan ini jika setiap penambahan anggota maka bagan ini akan bertambah
diameternya dan semakin membesar.
D.
Bagan Piramid
Bagan ini sangat mudah digunakan karna bentuknya seperti Piramid yang menempatkan bagian-bagian dalam perusahaan yang paling tertinggi di letakan pada bagian TOP dan untuk karyawan di letakan MID dan untuk Office Boy di letakan pada Bagian LOWER.
Bagan ini sangat mudah digunakan karna bentuknya seperti Piramid yang menempatkan bagian-bagian dalam perusahaan yang paling tertinggi di letakan pada bagian TOP dan untuk karyawan di letakan MID dan untuk Office Boy di letakan pada Bagian LOWER.
Kelemahan
dan kelebihan bentuk bagan struktur organisasi
a) Bagan
horizontal
Kelebihan :
1. Tingkatan managernya sedikit,
sehingga biaya-biaya yang terkait dengan jabatan relatif kecil.
2. Jalur perintah dan tanggung jawabnya
pendek, sehingga lebih komunikasi lebih efektif, dan hambatan lebih mudah
diatasi.
3. Hambatan birokrasi dapat dihindari,
dan penyelesaian pekerjaan dapat lebih cepat.
Kekurangan :
1. Koordinasinya sulit dilakukan karena
mengkoordinasi bawahan jadi banyak dan relatif lebih sulit.
2. Pembinaan dan kontrol kurang efektif
3. Spesialisasi tugas kurang mendalam
b) Bagan piramid
Kelebihan :
1. Jarak hubungan antara pimpinan
dengan bawahan tidak terlalu jauh.
2. Komunikasi dapat berlangsung dengan
cepat Karena tidak memerlukan banyak jalur /saluran yang harus dilalui.
3. Hubungan pribadi di antara setiap
anggota sangat erat.
Kekurangan :
1. Rentang pengendalian cukup luas
sehingga koordinasi menjadi masalah bagi pimpinan.
2. Kesempatan untuk menduduki jabatan
sangat terbatas karena formasi jabatan pimpinan sedikit.
3. Hanya cocok untuk organisasi yang
relative kecil (tidak kompleks).



